DENPASAR,siberindo.co
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Moment tersebut kerap digunakan oleh umat Muslim, baik secara peribadi maupun lembaga atau perusahaan untuk berbagi kasih dengan anak-anak yatim, dan kaum duafa. Itulah juga yang dilakukan PT Indo Bali Gas Group pada Minggu Maret 2026. Seribu lebih anak yatim serta kaum duafa dari berbagai Panti Asuhan di Bali berkumpul berbuka puasa bersama di Gedung Serba Guna Bhineka Nusa, Kauh Dalung Permai, Badung.
Anak-anak yatim dan kaum duafa yang hadir di Gedung Serba Guna Bhineka Nusa, Kauh Dalung Permai, Badung berasal dari beberapa kabupaten di Bali. Ada yang dari Kabupaten Jembrana, yakni dari Panti Asuhan Kristen Pala Sari, Alkarohmah Melaya, Panti Asuhan Muhammadiyah putra dan putri, Panti Asuhan Hindu Arta Kara Kumara, serta Panti Asuhan Alas Kasih.
Dari Denpasar, hadir pula dari Panti Asuhan Tunas Bangsa, Panti Asuhan Tatwamasi, Rumah Yatim, dan Panti Asuhan Sunia Giri.
Sementara dari Kabupaten Badung hadir Panti Asuhan Anak-Anak Benih Harapan. Dari Tabanan, Panti Asuhan Al Inayah Kediri turut bergabung, dan dari Singaraja hadir Panti Asuhan Pegayaman. Selain itu, anak-anak dari SLB Nusa Dua dan SLB Dewi Legong juga ikut merasakan hangatnya kebersamaan dalam momen berbuka puasa tersebut.
Owner PT Indo Bali Gas Group, Hj. Dewi Supriani, SH., MH., yang dikenal masyarakat dengan panggilan ibu Anik, mengatakan kegiatan buka puasa bersama ini telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2006. Menurutnya, bulan Ramadan merupakan momentum yang sangat dekat dengan semangat berbagi.
“Acara buka puasa bersama ini sudah kami lakukan sejak 2006 silam. Karena keyakinan kami, momen bulan Ramadan sangat dekat untuk berbagi. Kebetulan kami ada rezeki lebih, kami berbagi di saat bulan suci ini. Tujuannya, kami sekeluarga ingin membahagiakan dan menyenangkan anak-anak yatim piatu,” ujar pengusaha sekaligus pengacara yang akrab disapa Hajah Anik Yahya ini.
Ia berharap, anak-anak yang hadir kelak menjadi pribadi yang sukses dan berguna bagi bangsa dan negara. “Semoga mereka menjadi orang besar yang bermanfaat bagi bangsa dan negara kita,” harapnya.
Dalam setiap kegiatan sosialnya, termasuk buka puasa bersama ini, pihaknya selalu melibatkan pelaku UMKM. Hal tersebut dilakukan agar keberkahan Ramadan juga dirasakan para pelaku usaha kecil.
Seluruh hidangan yang disajikan, 100 persen berasal dari lebih dari 30 UMKM yang diundang khusus. Beragam menu tersaji, mulai dari bakso, tahu campur, nasi campur prasmanan, tahu tek, siomay, mie ayam, dimsum, aneka buah dan jus, nasi kuning, bubur Bali, tipat belayag, es daluman, es cendol, hingga berbagai makanan ringan lainnya.
Tak hanya itu, acara ini juga menyediakan wahana odong-odong bagi anak-anak yatim yang masih balita. Suasana pun terasa semakin meriah, karena selain berbuka puasa, anak-anak juga dapat bermain dan bergembira.
Selain buka puasa bersama, pengusaha sekaligus lawyer yang terkenal dermawan ini juga rutin menggelar kegiatan sosial lainnya, seperti sunatan massal yang tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak Muslim, tetapi juga non-Muslim demi alasan kesehatan. Ia juga kerap mengajak anak-anak yatim piatu menonton bersama di bioskop sebagai bentuk perhatian dan kebahagiaan sederhana bagi mereka.
Dalam kesempatan tersebut, anak yatim dan kaum dhuafa juga menerima bingkisan berupa nasi box, payung, topi, serta berbagai paket lainnya.
Tak berhenti di situ, pada 7 Maret mendatang, PT Indo Bali Gas Group juga akan menggelar buka puasa bersama di Lapas Perempuan Kelas II Kerobokan. Menurut Anik Yahya, warga binaan di lapas tidak sepenuhnya dapat dipandang sebagai orang jahat.
“Berbagi kasih kepada anak yatim dan kaum dhuafa itu sudah biasa. Tapi kalau di lapas, andai mereka dibina, diarahkan, dan dibimbing dengan baik, insya Allah kalau mereka bisa berubah menjadi lebih baik, itu bagi saya sangat luar biasa,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, Hj. Anik Yahya hadir bersama keluarga tercinta, yakni sang suami H. Yahya Ali Al Zubaidi, putra sulung H. Nabil Ali Al Zubaidi beserta istri Amira Lukman Jawas, serta putra bungsunya Hanif Zubaidi, SH., bersama istri dr. Farida Ulfa.
Yahya Ali Al Zubaidi yang akrab disapa Baba menegaskan, kegiatan tersebut menjadi wujud motivasi bahwa setiap insan yang diberi rezeki oleh Tuhan Yang Maha Kuasa adalah representatif untuk menyalurkan sebagian kepada yang berhak.
“Kita diberikan rezeki, ada sebagian yang harus diberikan kepada sesama. Tanpa melihat agama, tanpa melihat ras. Kali ini luar biasa, dari Kristen, Katolik, Muslim, dan Hindu semua bersatu merasakan berkah Ramadan. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi siapa pun untuk ikut berbagi. Tidak ada sekat dalam pembagian rezeki. Siapa pun yang membutuhkan, harus kita salurkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, semangat silaturahmi dan kebersamaan lintas agama di Bali kembali diteguhkan, bahwa berbagi adalah bahasa universal yang menyatukan semua perbedaan. (**/Bil)










