DENPASAR,siberind
Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh pengusaha sekaligus pengacara dermawan, Hj. Dewi Supriani, SH., MH., yang akrab disapa Hj. Anik Yahya. Pada Sabtu (7/3), Owner PT Indo Bali Gas Group tersebut menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan para warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Kerobokan.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian nyata Hj. Anik Yahya kepada sesama, khususnya kepada para perempuan yang sedang menjalani masa pembinaan di dalam lapas. Selama ini, Hj. Anik Yahya dikenal rutin melakukan kegiatan sosial dengan berbagi kepada anak-anak yatim piatu dan kaum duafa. Namun kali ini, ia memilih untuk berbagi kebahagiaan bersama para warga binaan, sebuah langkah yang dinilai memiliki makna tersendiri.
Keputusan tersebut sempat menuai beragam tanggapan dari sejumlah pihak. Meski demikian, Hj. Anik Yahya tetap teguh dengan niat tulusnya untuk berbagi rezeki kepada mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
“Tantangan dalam berbuat baik memang selalu ada. Namun saya yakin para warga binaan di Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan berada di sini karena berbagai faktor, salah satunya ekonomi. Mereka tentu tidak ingin hidup di balik jeruji, sehingga tidak ada alasan bagi saya untuk mengurungkan niat berbagi dengan mereka,” ujar Hj. Anik Yahya.
Baginya, bulan Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperluas makna berbagi. Jika selama ini kegiatan santunan kepada anak yatim di panti asuhan sudah menjadi rutinitasnya, maka berbagi dengan warga binaan memberikan pengalaman yang lebih mendalam.
“Insyaallah, setelah mereka mendapatkan pembinaan di sini, mereka akan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, berbagi dengan mereka adalah sesuatu yang sangat luar biasa,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Anik Yahya juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani. Ia menilai bahwa di bawah kepemimpinan Andiyani, berbagai perubahan positif terlihat di lingkungan lapas, khususnya dalam upaya pembinaan terhadap para warga binaan.
Hubungan antara Hj. Anik Yahya dengan Lapas Perempuan Kerobokan sendiri bukanlah hal baru. Sejak tahun 2019, ia secara konsisten menjalin silaturahmi dengan pihak lapas dan para warga binaan. Berbagai kegiatan sosial kerap ia selenggarakan untuk memberikan dukungan moral sekaligus hiburan bagi para perempuan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Melalui kegiatan tersebut, Hj. Anik Yahya juga mengajak para pengusaha lainnya untuk memiliki pandangan yang lebih bijak terhadap para warga binaan. Menurutnya, mereka bukanlah orang-orang jahat, melainkan individu yang terkadang terjebak dalam situasi sulit akibat tekanan ekonomi maupun kondisi kehidupan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, turut menyampaikan apresiasinya atas kepedulian yang ditunjukkan Hj. Anik Yahya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan semangat baru bagi para warga binaan untuk menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
“Ternyata masih ada sosok yang peduli dengan warga binaan di sini. Semoga ke depannya semakin banyak masyarakat yang turut memperhatikan dan mendukung mereka,” ujarnya.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi kemasyarakatan. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Bali turut hadir dalam acara tersebut. Ketua ICMI Orwil Bali, Ir. Hj. Farida Hanum Ritonga, M.Si., menyampaikan apresiasi atas langkah sosial yang dilakukan Hj. Anik Yahya.
Menurutnya, ICMI siap berkontribusi dalam mendukung program pembinaan bagi warga binaan, khususnya melalui pendekatan pendidikan dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Kita harus mencerdaskan saudara-saudara kita di lapas ini agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang melanggar hukum,” tegasnya.
Selain itu, rombongan Wanita Al Irsyad Bali juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sekretaris Wanita Al Irsyad Bali, Fairus, menilai kehadiran sosok perempuan seperti Hj. Anik Yahya menjadi inspirasi tersendiri di bulan suci Ramadan.
Ia mengatakan bahwa keindahan Ramadan semakin terasa ketika ada pihak-pihak yang dengan tulus berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk para warga binaan.
Menariknya, kegiatan buka puasa bersama ini juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejumlah pedagang kaki lima turut hadir menjajakan berbagai makanan, seperti bakso, es dawet, sate, siomay, blayag, serta aneka jajanan lainnya.
Kehadiran para pelaku UMKM tersebut tidak hanya menambah semarak suasana buka puasa bersama, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat kecil. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi warga binaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Edo/Sbr)










