oleh

Pemprov Bali sudah Lebih Dulu Punya Kebijakan Majukan UMKM

BALI, SIBERINDO.CO – Sekretaris Daerah Dewa Made Indra mengaku Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sudah lebih dulu memajukan produk lokal dan UMKM Bali.

“Hal tersebut bisa dilihat banyak program yang diluncurkan untuk membantu UMKM, serta peraturan-peraturan yang berpihak kepada produk lokal,” ungkapnya seperti dikutip perspectivesnews.com anggota siberindo.co, Selasa (26/1/2021).

Saat memberi sambutan pada Rakor Dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), bertempat di Kantor Gubernur Bali itu, Dewa Indra mengatakan Bali juga sudah memiliki space di LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah) untuk para UMKM kita di Bali sehingga mereka bisa ikut serta dalam tender-tender yang dilakukan Pemprov Bali.

Baca Juga  RS Sanglah Belum Bisa Otopsi Jenazah Gadis Subang

Bahkan menurutnya, Gubernur Bali juga telah memandatkan 40% pengadaan barang dan jasa di Pemprov Bali harus melibatkan UMKM. Hal ini dijelaskannya bertujuan agar UMKM di Bali semakin berkembang dan produk mereka pun semakin dikenal.

Ia menambahkan, dengan adanya Gernas BBI, maka upaya menggerakkan sektor UMKM akan menjadi semakin massif karena ini berupa gerakan serentak di seluruh Indonesia yang dikoordinir oleh pemerintah pusat, bukan hanya kebijakan daerah semata.

Baca Juga  Bupati Sanjaya Kumpulkan 5 Camat Daerah Rawan Covid-19

Ia mengharapkan melalui gerakan ini bisa semakin menguatkan perekonomian lokal untuk kesejahteraan masayarakat. “Saya juga berharap ke depan, langkah-langkah seperti ini bisa ditiru oleh Pemerintah Kabupaken/Kota seluruh Bali, sehingga gerakan ini semakin massif dan bisa memberikan ruang akses lebih untuk para UMKM kita,” tandasnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri Hari Nur Cahya Murni mengatakan selama ini UMKM juga terdampak oleh pandemi Covid-19 ini. Hal-hal yang paling dirasakan seperti omzet menurun, kurangnya inovasi, belum maksimalnya pemasaran online, kesulitan permodalan, dll.     (ari)

Komentar

News Feed