BANGLI-Dinas Sosial Bangli masih memiliki persediaan 932 paket sembako. Paket sembako tersebut merupakan pengadaan tahun 2020.
Nengah Kekeran didampingi Kasi Bantuan Sosial dan Korban Bencana, I Wayan Parwata menyebutkan sisa paket sembako pengadaan tahun 2020 sebanyak 932 paket. Di tahun 2021 pengadaan paket sembako menunggu instruksi atasan. “Kemungkinan paket yang tersedia dioptimalkan dulu. Tentunya nanti ada kebijakan kembali,” sebutnya. Jika menumpuk terlalu lama, justru akan mempengaruhi kwalitas produk yang akan diberikan kepada masyarakat. Nengah Kekeran tak membantah ada keluhan warga tidak dapat bantuan.
Dijelaskan, di awal kemunculan kasus Covid-19, warga yang menjalani isolasi mendapat bantuan berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Kemudian ada kebijakan paket sembako diturunkan sesuai permohonan dari Satgas di desa. “Sebelumnya rekomendasi dari Dinas Kesehatan setelah melakukan tracing,” jelasnya. Satgas di desa berperan untuk mengajukan permohonan paket sembako bagi warganya. “Kami tidak tahu secara detail mana warga yang menjalani isolasi. Kami pun distribusikan paket sembako sesuai permohonan yang masuk,” tegasnya.
Paket sembako diterima per jiwa. Ketika terjadi lonjakan di satu wilayah, petugas bisa mendistribusikan ratusan paket sembako. Belakangan paket sembako banyak didistribusikan di Desa Pengiangan, Kecamatan Susut. “Dalam satu pekarangan ada belasan orang menjalani isolasi mandiri. Sehingga dalam satu wilayah cukup banyak sembako yang didistribusikan,” ujarnya. Sembako diserahkan melalui Satgas di desa maupun di banjar. (*/cr8)











Komentar