oleh

Selesai Pelatihan, Peserta Dapat Sertifikat Kompetensi

AMLAPURA-Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja (UPTD BLK) Dinas Tenaga Kerja Karangasem menggelar pelatihan 9 paket calon tenaga kerja di Jalan Ahmad Yani Amlapura sejak Rabu (10/2) lalu.

Para peserta pelatihan setelah dapat teori dan praktek akan mengikuti uji kompetensi. Setiap peserta yang tamat akan dapat sertifikat kompetensi dan siap kerja.
Kadis Tenaga Kerja Karangasem, I Nyoman Suradnya, mengungkapkan para peserta pelatihan tidak perlu lagi sibuk mengurus tempat uji kompetensi. Usai mengikuti pelatihan langsung bisa uji kompetensi karena telah dianggarkan pusat. Anggaran yang tersedia satu paket antara pelatihan dengan uji kompetensi. Lulusan calon tenaga kerja nantinya dapat dua sertifikat, sertifikat lulus mengikuti pelatihan dan lulus mengikuti uji kompetensi. “Lulusan calon tenaga kerja nanti siap kerja. Dibuktikan telah menyandang sertifikat uji kompetensi,” ungkap Nyoman Suradnya.

Kepala UPTD BLK Disnaker Karangasem, I Komang Eli Kusuma, menambahkan para peserta latihan saat melamar pekerjaan sudah bisa menunjukkan sertifikat uji kompetensi. Instruktur pelatihan AC, Antonius Edy Kurniawan mengakui usai menjalankan pelatihan nantinya ikut uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja. “Mereka akan diuji oleh petugas BNSP (Badan Nasional Standar Pendidikan),” ungkap Antonius.

BACA JUGA:  Ludes Dilalap Si Jago Merah Satu Unit Bangunan Hotel Tugu Canggu

Pelatihan berjalan dibagi dua shift, shift pagi pukul 07.30-12.00 Wita, shift siang pukul 11.30-17.00 Wita tanpa ada jam istirahat. Sebanyak 9 paket pelatihan yakni processing (teknis membuat roti), listrik, AC, kitchen, desain grafis, waiter, pariwisata dua paket, dan sepeda motor. Pelatihan bisa digelar setelah mengantongi persetujuan dari Ketua Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karangasem I Ketut Sedana Merta.

BACA JUGA:  Omninbus Law Kembali Ditolak Mahasiswa dan Masyarakat Bali

Persyaratan keluarnya izin dari Satgas GTPP mesti memenuhi protokol kesehatan, memiliki thermo gun, fasilitas tempat cuci tangan, peserta dibatasi, dan memiliki ruang yang cukup untuk jaga jarak. Peserta pelatihan setiap paket sebanyak 16 orang, selalu pakai masker. Paket processing (membuat roti) misalnya pertemuannya paling singkat hanya 18 kali, yang lainnya pertemuannya 30 kali atau 240 jam pelajaran.  (*/cr8)

sumber : nusabali.com

Komentar

News Feed