oleh

Capai 80 Persen Budi Daya Ikan Dalam Ember di Tabanan

Tabanan- Pandemi Covid-19 tak pasti kapan akan reda. Untuk itu, Pemkan Tabanan menganjurkan masyarakat memproduksi bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Salah satunya, dengan membudi dayakan ikan dalam ember. Dinas Ketahanan Pangan Tabanan mengklaim telah menyalur kepada masyarakat paket ikan 70 – 80 persen dari target 1.000 paket. Paket ini sudah disalurkan ke 17 desa yang rentan rawan pangan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tabanan Dewa Ayu Putu Sri Widyanti mengatakan 1.000 paket budaya ikan lele dalam ember sudah disebar sejak tahun 2020. Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang sama sekali belum menerima bantuan. “Selain bibit ikan, kami juga berikan bantuan bibit sayuran,” ujarnya, Minggu (21/2).
Kata dia, dari hasil monitoring terhadap program ketahanan pangan khususnya budi daya ikan dalam ember, setidaknya 70 – 80 persennya sudah dinikmati masyarakat. Sehingga diharapkan, kedepan masyarakat bisa melanjutkan program ini secara mandiri. “Saya juga membudi dayakan di rumah dan sudah panen. Ini sangat bermanfaat untuk sendiri, ” imbuhnya.

Dijelaskan, program ketahanan pangan itu telah disebar ke 17 desa rawan pangan. Desa ini dinyatakan rawan pangan berdasarkan hasil pemetaan dengan menggunakan sejumlah  indikator. Yakni, rasio konsumsi, presentase penduduk hidup di bawah kemiskinan, presentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan sebesar 65 persen jika dibandingkan dengan total pengeluaran.

BACA JUGA:  Kejati Bali Musnahkan Amonium Nitrat Seberat 92 Ton

Kemudian, presentase akses rumah tangga terhadap listrik, presentase terhadap air bersih, angka harapan hidup, rasio penduduk per tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk. Selanjutnya, rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun dan terakhir presentase balita pendek (stunting). “Jadi 17 desa ini kita pilih sesuai data dan itu hasil pemetaan yang kami kerjasamakan dengan Universitas Udayana (Unud),” bebernya

BACA JUGA:  WNA Asal Slovakia Tewas Bersimbah Darah

Sri Widyanti menambahkan rata-rata masyarakat yang membudi dayakan ikan dalam ember ini berhasil. Ada pembudi dayaan yang gagal karena dipengaruhi beberapa faktor. Seperti, cuaca, basa/keasaman air, dan lainnya. “Kami harapkan masyarakat bisa melanjutkan program ini agar bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” tandasnya. (*/cr8)

sumber : nusabali.com

Komentar

News Feed