DENPASAR – Tim kempo Kota Denpasar keluar sebagai juara umum Kejurprov Shorinji Kempo yang digelar di GOR Ngurah Rai Denpasar, yang berakhir Minggu (18/12/2022) setelah meraih 10 medali emas, 6 perak dan 5 perunggu.
Raihan itu terpaut jauh dengan peringkat kedua yakni Kontingen Gianyar A yang mengoleksi 4 emas, 3 perak dan 5 perunggu, sedangkan posisi ketiga diraih Badung dengan 3 emas, 4 perak dan 5 perunggu.
Posisi keempat dihuni Buleleng B dengan 3 emas, 3 perak dan 6 perunggu. Peringkat kelima ditempati Karangasem setelah meraih 1 emas, posisi keenam ditempati Bangli dengan meraih 3 perak, 2 perunggu, Buleleng A di peringkat tujuh dengan 2 perak, 7 perunggu, dan posisi delapan Gianyar B dengan 1 perunggu.
Wakil Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy seusai menutup Kejurprov, kemarin mengakui sampai saat ini memang dominasi Denpasar masih sulit dipatahkan kontingen lain.Terlebih event Kejurprov ini spontan dan dadakan dilaksanakan untuk memeriahkan event akhir tahun, sehingga ada sejumlah kabupaten yang persiapannya masih kurang. Termasuk Jembrana yang belum bisa memberangkatkan atlet lantaran jarak yang cukup jauh.
“Ini mendadak kita laksanakan. Setelah kita laksanakan Porprov, para pengurus meminta untuk melaksanakan ini, memang secara singkat kita bisa gelar, tetapi ada kabupaten yang belum bisa kirim atlet karena jarak jauh, termasuk masalah anggaran,” tuturnya.
Pria yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali ini mengatakan, hasil Kejurprov tahun 2022 ini merupakan tabungan dan aset bagi Pengprov Perkemi Bali untuk 5 hingga 10 tahun ke depan. Kenshi Pemula dan Taruna yang ambil bagian dalam event kali ini, kelak akan menjadi pengganti para seniornya yang akan pensiun.
“Animo anak-anak ikut kejuaraan ini sangat tinggi, sehingga ini akan kita bina terus agar mereka nanti bisa untuk proyeksi jangka panjang 5 hingga 10 tahun ke depan dapat menggantikan seniornya,” tegasnya.
Fredrik Billy berpesan, pasca-Kjurprov ini, para kenshi yang sukses menyabet juara tidak boleh terlena. Masih ada event menanti di tahun 2023 mendatang yakni Pekan Olahraga Seni dan Pelajar (Porsenijar) yang dipastikan akan menyajikan persaingan sengit antaratlet-atlet pelajar, sehingga mereka yang disiplin berlatihlah yang memiliki peluang tinggi untuk mencapai podium tertinggi. (djo)










