oleh

Perang AS-Israel melawan Iran Khawatirkan Banyak Pebisnis Hotel di Bali

BADUNG, siberindo.co – Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang hingga saat ini belum ada tanda-tanda bakal mereda, membuat pebisnis hotel di Bali waswas.

“Makanya Paradisus Bali harus berani dapatkan market baru di Asia seperti China, Korea dan Jepang, serta Australia,” ucap Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), Johannes Suriadjaja saat grand opening Paradisus Bali di kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (16/5/2026).

PT SSIA merupakan developer kawasan industri dan real estate, konstruksi, serta perhotelan seperti Paradisus Bali (sebelumnya bernama Melia Bali Hotel), yang baru saja selesai direnovasi dengan menelan dana senilai Rp1,2 triliun.

Johannes Suriadjaja mengatakan, setelah direnovasi tingkat hunian Paradisus Bali baru mencapai 50-60 persen. Sebelum renovasi tahun lalu, lanjut dia, tingkat hunian atau occupancy hotel di angka 80 persen.

“Hotel ini (Paradisus Bali) harus mengembalikan tingkat hunian di angka 80 persen secepatnya, prediksi saya tahun 2028 baru bisa mencapai angka itu,” imbuh Johannes Suriadjaja.

Baca Juga  Ngurah Ambara Tanamkan Kebajikan Generasi Muda Melalui Lomba Utsawa Dharma Gita

Ditanya mengenai return to investment dana yang diinvestasikan Rp1,2 triliun, ia mengatakan jika occupancy hotel di angka 80 persen dalam jangka waktu 6 sampai 7 tahun sudah “pay back”. Ia menambahkan, biasanya investasi besar seperti di Paradisus Bali akan mencapai pay back dalam waktu 10 sampai 12 tahun.

PT SSIA telah memperkuat posisi di segmen luxury travel melalui grand opening Paradisus Bali pada 15-17 Mei 2026 di kawasan The Nusa Dua, Bali.

Johannes mengatakan, pembukaan ini menandai debut brand Paradisus pertama di Asia, sekaligus menjadi bagian dari strategi SSIA dalam menangkap peluang potensi pertumbuhan segmen luxury travel yang terus berkembang, khususnya di Bali.

Dengan peluncuran ini, Paradisus Bali diharapkan dapat menjadi salah satu ikon baru industri hospitality di Indonesia, sekaligus memperkuat daya tarik Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia.

“Transformasi Meliá Bali Hotel menjadi Paradisus Bali merupakan langkah strategis SSIA dalam membangun sektor pariwisata Indonesia yang lebih kuat. Inisiatif ini tidak hanya diharapkan dapat menarik wisatawan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dalam hal service excellence yang akan memperkaya industri perhotelan di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga  Ny Putri Koster: RA Kartini Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia

Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi jangka panjang SSIA untuk meningkatkan kontribusi recurring income hingga 20%-30% dari total pendapatan perusahaan, guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

Sementara, General Manager Paradisus Bali, Eduardo Castro Perera mengatakan transformasi ini merupakan hasıl dari kinerja sold Mella Bali Hotel selama kurang lebih 40 tahun terakhir, dengan tingkat hunian rata-rata mencapai 80% sebelum renovasi. Dengan semangat pelayanan yang baru, Paradisus Bali siap memberikan pengalaman menginap terbaik dan tak terlupakan bagi para tamu di Bali.

Paradisus Bali menghadirkan konsep resor all-Inclusive, sebuah pengalaman menginap yang mengintegrasikan berbagai elemen seperti aktivitas budaya, kuliner, kebugaran, relaksasi, hingga eksplorasi budaya lokal Bali sebagai bagian menyeluruh dari pengalaman menginap. Brand Paradisus sendiri telah sukses beroperasi di berbagai destinasi eksotis di Eropa dan Amerika Latin.

Baca Juga  Pengurus Pokdarkamtibmas Bhayangkara Bali Resmi Dilantik, Untuk Menciptakan Rasa Aman Ditengah Masyarakat

Berlokasi di kawasan premium Nusa Dua, Paradisus Bali menawarkan beragam fasilitas unggulan, antara lain area eksklusif The Reserve khusus tamu dewasa, layanan Family Concierge untuk keluarga, pilihan restoran dan bar yang beragam, fasilitas kebugaran dan relaksasi, serta program aktivitas yang menonjolkan kekayaan budaya lokal Bali.

Selain melakukan penguatan aset, SSIA juga melanjutkan kemitraan strategis dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui perpanjangan Land Utilization & Land Development Agreement

(LUDA) untuk Lot N1 di Kawasan The Nusa Dua, Bali pada Januari 2025 silam. Kerja sama yang telah terjalin lebih dari empat dekade antara ITDC dan SSIA, bukan lah sekadar hubungan bisnis, tetapi juga mencerminkan kepercayaan yang kuat serta komitmen bersama untuk memajukan pariwisata Indonesia. (djo)

News Feed