BALI (Atnews) – Seorang Tour Guide (Pramuwisata) anggota dari Himpunan Pramuwisata Indonesia(HPI) DPD Bali, I Wayan Suyadnya yang akrab dipanggil Andres, mengaku telah melakukan pendekatan baru kepada wisatawan nusantara dalam membawa rombongan Bali Bangkit – We Love Bali.
Pak Andres telah mengawal Program 10 – Implementasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) Melalui Program We Love Bali yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan rute perjalanan Sanur – Nusa Penida – Nusa Lembongan – Sanur pada 5 trip di bulan Oktober 2020.
“Saya biasa mengantarakan wisatawan mancanegara yang lebih mudah tertarik dengan alam dan budaya Bali karena dirasa berbeda, sehingga mereka lebih mengapresiasi dan jatuh hati pada keindahan alam serta keunikan budaya kita,” kata Andres di Denpasar, Senin (2/11).
Berbeda halnya dalam melayani tamu lokal, dibutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda karena mereka sudah terbiasa dengan alam dan budaya tempat mereka tinggal dan bertumbuh.
Secara umum, setelah beberapa kali menjadi pramuwisata wisatawan lokal dalam program We Love Bali ini, dirasakan bahwa peserta sangat antusias mendukung program yang diluncurkan oleh Kemenparkeraf ini dalam rangka membangkitkan kepariwisataan di Bali melalui penerapan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan penerapan protokol kesehatan CHSE secara umum.
Para peserta sangat menikmati liburan selama tiga hari dua malam yang secara penuh dibiayai oleh Kemenparekraf.
Menurut penuturannya, jumlah obyek yang dikunjungi, waktu kunjungan dan jam istirahat di hotel sudah tepat pengaturannya. Baik daerah tujuan wisata/ obyek wisata yang dikunjungi, makanan yang dihidangkan dan jenis hiburan yang disuguhkan juga sangat mereka sukai.
“Masakannya enak-enak. Hotel-hotelnya pun bagus-bagus. Mereka siap berbagi pengalaman indah mereka saat liburan di semua medsos kepada teman-teman mereka,” ujarnya.
Mereka mengatakan bahwa akan kembali lagi bersama keluarga atau teman-teman mereka.
Sementara Pramuwisata I Nyoman Gisi Atmaja yang sudah memiliki pengalaman 25 tahun sebagai Pramusiwata mengakui bahwa peserta bisa menikmati tour dengan implementasi protokol kesehatan dengan penuh disiplin. Mereka terkesan dengan keindahan pantai dan bawah laut serta Mangrove di Nusa Penida dan Lembongan.
Banyak diantara mereka yang bahkan mendapatkan pengalaman baru, terutama kegiatan snorkeling untuk menikmati keindahan bawah laut.
Terkait kedisiplinan, pihaknya memang harus mengakui bahwa wisatawan nusantara harus lebih banyak belajar dari wisatawan manca negara.
“Untuk itu, saya mencoba mengedukasi melalui kombinasi gaya melayani orang barat dengan pendekatan lokal. Jadi mereka juga belajar menyesuaikan diri”, ungkapnya. (AT)
Dikatakan pula, para peserta juga berharap melalui program ini pariwisata Bali bisa segera bangkit lagi.
Mereka secara langsung dan tidak langsung merasakan dampak pariwisata yang sangat lesu saat ini. Peserta juga banyak berasal dari pemerhati, pelaku dan calon pelaku pariwisata.











Komentar