BALI, SIBERINDO.CO – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Musyawarah Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Musprov FORKI) Bali sudah menutup periode penyerahan Surat Dukungan Bakal Calon Ketua Umum FORKI Bali pada Sabtu 29 Agustus 2026 lalu.
Sejauh ini TPP menerima sebanyak 13 Surat Dukungan Bakal Calon Ketua Umum FORKI Bali, dan setelah diverifikasi seluruh surat dukungan dinyatakan sah.
Ketua TPP Bakal Calon Ketua Umum FORKI Bali, Aditya Putra Thama ditemui Rabu (2/9/2026), mengatakan sehari setelah penutupan masa penyerahan surat dukungan, yakni tanggal 30 Agustus 2026 pihaknya melakukan verifikasi terhadap seluruh surat dukungan tersebut.
“Dari total 13 surat dukungan yang masuk, seluruhnya dinyatakan sah,” kata Aditya sembari menambahkan, dengan diterimanya 13 surat dukungan berarti ada 3 voters yang tidak mengirimkan surat dukungan.
Mereka adalah Inkanas Bali, Pengkot FORKI Denpasar, dan Pengkab FORKI Tabanan. Aditya belum mengetahui alasan ketiganya tidak mengirimkan surat dukungan. Ia menambahkan dukungan dari Pengprov perguruan karate dan FORKI cabang di Bali tersebut diketahui mengarah kepada satu nama bakal calon.
Namun demikian, TPP belum mengumumkan nama calon yang mendapat dukungan tersebut. Sesuai tahapan yang telah dijadwalkan, TPP akan melakukan penetapan calon Ketua Umum Pengprov FORKI Bali pada Rabu (2/9/2026).
Sebelum penetapan dilakukan, TPP terlebih dahulu akan mengundang bakal calon yang mendapat dukungan untuk mengonfirmasi kesediaannya maju sebagai calon Ketua Umum FORKI Bali periode 2026–2030. “Pada 2 September, TPP mengundang dan mengonfirmasi kesediaan beliau sebagai calon ketua umum,” sambung Aditya.
Dalam proses penjaringan, terdapat tiga pemilik hak suara atau voter yang tidak mengirimkan surat dukungan. Meski demikian, 13 surat dukungan yang telah diverifikasi seluruhnya dinyatakan memenuhi persyaratan.
Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan Musyawarah Provinsi FORKI Bali yang dijadwalkan berlangsung pada 5 September 2026. Musprov rencananya digelar di Ruang Rapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali dengan agenda utama memilih Ketua Umum FORKI Bali untuk masa bakti 2026–2030.
“Apabila hanya satu calon yang resmi ditetapkan hingga pelaksanaan Musprov, pemilihan Ketua Umum FORKI Bali berpeluang berlangsung melalui mekanisme aklamasi. Namun, kepastian mengenai calon tunggal dan mekanisme pemilihan tetap menunggu hasil penetapan serta konfirmasi kesediaan bakal calon oleh TPP,” demikian Aditya Putra Thama. (djo)










