DENPASAR – Pertina Kota Denpasar menggelar Kejuaraan Tinju Walikota Cup dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, di Sasana Tinju M-Fight, Sabtu (7/11/2020) siang.
Semua pihak yang berkepentingan di dalam arena, diwajibkan mengenakan masker, termasuk petinjunya kecuali saat naik ke atas ring untuk bertinju, mereka boleh melepas masker.
“Sebelum masuk arena terlebih dahulu diukur suhu tubuhnya, kemudian mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” ujar Ketua Pertina Kota Denpasar Made Muliawan Arya didampingi ketua panitia MM Sasmara Putra.
Disitat perspectivesnews.com anggota siberindo.co, pria yang akrab disapa De Gadjah ini menambahkan, untuk menghindari berkerumunan, pihaknya tidak memperkenankan orang tua petinju masuk arena. Sehingga tiap-tiap petinju hanya didampingi dua orang ofisial.
De Gadjah yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini mengatakan pihaknya tidak hanya ingin atletnya berlatih terus menerus di masa pandemi, tetapi juga mencoba memberikan saluran berupa kejuaraan kepada mereka sehingga atlet tidak jenuh.
“Kami membina atlet tidak saja disuruh latihan terus menerus, melainkan mencoba memberikan saluran berupa kejuaraan-kejuaraan. Namun karena pandemi Covid-19 maka saluran yang kami berikan harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ucapnya.
Lantaran itu pula, kata De Gadjah, dalam Walikota Cup kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang selalu menghadirkan peserta dari luar Kota Denpasar, bahkan dari luar Bali.
“Kejuaraan Tinju Walikota Cup tahun ini hanya untuk internal sasana yang ada di Denpasar, ada 3 sasana yang mengirimkan petinjunya beradu teknik dan strategi untuk menjadi yang terbaik di ajang ini,” katanya.
Sama seperti sebelumnya, petinju yang moncer prestasinya di ajang kali ini juga akan direkrut dan dilatih Pertina Denpasar untuk regenerasi petinju senior sekaligus menjadi pelapisnya.
“Sekarang ini perkembangan dunia tinju di Denpasar sangat pesat bahkan karena banyaknya generasi bahkan sampai kami pinjamkan ke daerah lainnya untuk pengalaman bertanding namun itu sifatnya sementara,” ujar De Gadjah.
Di lain pihak Ketua Panitia Kejuaraan itu MM Sasmara Putra menambahkan, petinju yang ambil bagian berjumlah total 38 petinju. Dari tiga sasana yakni sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC), M-Fight dan Cakti Gibbor.
“Kalau tidak dibatasi bisa jadi jumlah petinju bakal banyak yang ikut. Namun kami utamakan protokol kesehatan dan nyatanya semuanya berjalan lancar. Semua menggunakan masker kecuali hanya petinju yang saat bertanding saja yang tidak menggunakan masker,” pungkas Sasmara yang berprofesi sebagai advocat itu. (zil)











Komentar