BALI – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengapresiasi terbentuknya Kelompok Sadar (Pokdar) Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Bhayangkara Daerah Bali yang pengurusnya resmi dilantik dan dikukuhkan di Denpasar, Rabu (7/10)
Ia mengatakan, rasa aman merupakan kebutuhan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi Polri dengan masyarakat agar lebih sadar Kamtibmas khususnya Bali sebagai daerah tujuan utama wisata dunia.
Dengan mengimplentasikan konsep menyamabraya – saling asah asih asuh.
“Upaya itu menjaga rasa aman bukan semata tugas aparat keamanan yaitu TNI dan Polri. Kita semua punya kewajiban untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ucap Cok Ace dilansir dari Atnews.
Oleh karena itu, Penglingsir Puri Ubud ini menyambut positif dan sangat bangga dengan terbentuknya Pokdarkamtimbas Bhayangkara Daerah Bali. Ia berharap organisasi ini dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Dalam melaksanakan program kerja, ia berharap organisasi ini senantiasa bersinegi dengan jajaran kepolisian. Karena pada prinsipnya Pokdarkamtibmas merupakan mitra kerja Polri dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Saya berharap organisasi ini mampu memberikan pengayoman bagi masyarakat dan dapat membantu tugas TNI/Polri untuk mewujudkan Bali yang aman dan damai,” imbuhnya.
Ia juga Guru Besar ISI Denpasar berpesan agar Pokdarkamtibmas turut berperan menyukseskan pemilihan kepala daerah di 6 Kabupaten/Kota.
Sementara itu, Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose mengingatkan agar Pokdarkamtibmas Bhayangkara Bali jangan merancang program muluk-muluk.
Menurutnya yang mendesak dilakukan saat ini adalah upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, khususnya dalam penggunaan masker.
“Tak perlu program muluk-muluk, bantu rakyat pakai masker, mulai dari keluarga masing-masing” tandasnya.
Selain penegakan disiplin dalam penggunaan masker, ia juga berharap organisasi ini dapat membantu penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan lainnya yaitu jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.
Dengan peran aktif dari komunitas ini, ia berharap penyebaran Covid-19 di klaster keluarga akan dapat dikendalikan.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih atas terbantuknya organisasi ini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih, karena upaya Polri tak akan membuahkan hasil maksimal tanpa dukungan dari bebagai elemen masyarakat. Semakin banyak komunitas, maka semakin banyak yang membantu kami,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum Pokdarkamtibmas Bhayangkara Pusat Heru Riyadi menyampaikan bahwa organisasi ini merupakan mitra Polri dan menjadi ujung tombak dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan segala sumberdaya yang dimiliki, Pokdarkamtibmas akan berusaha menjadi pelopor dalam masyarakat.
Pokdarkamtibmas akan hadir bersama Polri hingga desa – desa, khususnya di Bali agar bekerjsama dengan Desa Adat (Pecalang).
Pelantikan Pokdarkamtibmas Bali merupakan provinsi yang ke-17 sejak dirinya dilantik Kabaharkam Polri Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto, SH.,MH, Februari 2020 Polda Metro Jaya di Jakarta.
Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Bali Yosep Yulius Diaz akan mendukung gerakan kempanye penggunaan masker.
Prioritas utama dalam gerakan saat ini mengkampanyekan sadar 3M bagi masyarakat bali yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.
Upaya itu dalam mempercepat penanganan pandemi Covid-19 sehingga rasa aman masyarakat semakin tumbuh.
Organisasi ini, ia beserta jajaran pengurus ingin mengambil peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Begitu juga bersinergi dengan Polres membentuk Pokdarkamtibmas di kabupaten hingga ke pelosok desa.
Sedangkan, Ketua Panitia Pelantikan, Sudiarta Indrajaya menambahkan, personalia Pokdarkamtibmas Bali ini terdiri dari berbagai komponen masyarakat lintas suku agama ras dan golongan yang sudah dikenal aktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dengan melibatkan Polda Bali, Tokoh Puri, Pimpinan Etnis, Agama, Adat, Budayawan, Cendikiawan, Akademisi.
Acara itu dihadiri dengan terbatas yang memperhatikan protokol kesehatan. (AT)











Komentar