BALI – Kesadaran atlet PON Bali agar terhindar dari virus corona, sangat tinggi. Ini dibuktikan tidak saja berupa penerapan protokol kesehatan yang ketat saat berlatih, tetapi juga memilih tetap tinggal di hotel tempat TC Sentralisasi ketimbang pulang ke rumah saat KONI Bali meliburkan mereka selama dua hari.
Ketua Pelatda Bali Maryoto Subekti, Senin (6/9/2021) mengatakan, soal disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, dan menjaga jarak), para atlet Bali yang bakal dikirim ke PON XX/2020 Papua, 2-15 Oktober 2021 mendatang, tak perlu diragukan lagi.
“Sebab kalau tidak disiplin dan patuh 3M, jika nantinya terpapar virus Corona yang rugi kita semua, mereka yang terpapar tentu harus menjalani isolasi, dan itu berarti jam latihan mereka berkurang, yang pada gilirannya tidak bisa berprestasi di PON Papua,” ucap Maryoto Subekti.
Disiplin yang tinggi itulah yang menyebabkan banyak atlet memilih tidak pulang ke rumah masing-masing saat KONI Bali meliburkan mereka dua hari. Atlet Bali yang dipersiapkan ke PON Papua, lanjut Maryoto sebanyak 239 orang.
KONI Bali, dikatakan Maryoto memberikan apresiasi karena mereka tidak pulang, dan yang memilih pulang, ternyata lebih awal datang ke hotel tempat TC Sentralisasi. Tentunya mereka menyadari karena ingin aman dari virus corona.
Maryoto yang juga Wakil Ketua II KONI Bali itu berharap dengan kesadaran tinggi atlet PON itu menerapkan prokes 3M, bisa menjadi contoh sekaligus diikuti atlet lainnya. Artinya, lanjut dia, penting hal itu dilakukan demi persiapan atlet sendiri.
“Libur dua hari itu diberikan KONI Bali dengan tujuan agar atlet tidak jenuh selama ini berlatih dengan tekun dan serius, serta arahnya biar atlet fresh dan segar,” kata Maryoto yang juga Sekjen PP Federasi Olahraga Kabbadi Indonesia (FOPI) ini.
Menurutnya, jika ada yang libur tidak pulang atau datang lebih awal sebelum dua hari libur selesai, maka kegiatan lainnya diisi dengan ritual atau tetap latihan ringan tapi di tempat rekreasi seperti pantai atau jogging dan bersepeda di daerah pegunungan.
Pihaknya juga meminta para atlet agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) di manapun dan kapan pun berada.
Lantas apa program selanjutnya? Maryoto mengatakan selanjutnya program disiapkan yakni tes rapid antigen untuk semua atlet usai libur pada 7 – 8 September 2021. Selesai itu akan dilanjutkan dengan program tes fisik IV atau tes fisik terakhir pada 11 September di GOR Lila Bhuana selama sehari saja.
“Tes itu tujuannya untuk melihat perkembangan fisik atlet setelah sebulan melakoni TC Sentralisasi sehingga bisa dijadikan acuan pelatih untuk program pembenahan atau peningkatan atletnya masing-masing,” demikian Maryoto Subekti. (red)











Komentar