oleh

Pembunuh Bule Slovakia Dibekuk Polisi, Ini Motiv Pembunuhannya

BADUNGNEWS SIBERINDO –

Kesigapan Polisi dalam memburu pelaku Pembunuhan WNA di Sanur membuahkan hasil. Polisi berhasil mengamankan seorang pria atas nama Lauren Parera, tak lama setelah seorang wanita asal Slovakia, Andriana Simeonova (29) ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Jalan Pengiasan III Nomor 88 Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Rabu (20 Januari 2021) pukul 09.00 Wita.

 

Setelah ditelusuri, Lauren adalah mantan pacar korban mengaku telah menghabisi nyawa korban, dan telah mempersiapkan pisau ketika mendatangi rumah korban. Keberadaan pelaku terendus polisi dari hasil olah TKP dan meminta keterangan saksi–saksi di sekitaran TKP pembunuhan. Dicurigai pelakunya seorang laki-laki yang merupakan mantan pacar korban. Hasil penyelidikan mengungkapkan terduga bekerja di Tanjung Benoa di Perusahaan Water Sport.

Baca Juga  Ketua Dewan Pers Kembangkan Jurnalisme Pancasila

 

Tim Gabungan dari Polsek Densel bersama-sama Polda Bali kemudian bergerak ke Tanjung Benoa untuk mencari terduga pelaku dan berhasil diamankan di tempat kerjanya. Kemudian terduga pelaku diamankan ke Mapolsek Densel untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Sementara, ada yang kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Terduga pelaku kita duga adalah mantan pacar korban,” ungkap Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Citra F  Rahmadani.

 

Dari hasil interogasi, Pelaku datang ke TKP, Senin (18 Januari 2021) pukul 19.00 Wita untuk minta maaf kepada korban agar tidak melaporkan dirinya ke polisi terkait sepeda motor milik korban yang pelaku bawa. Pada saat mendatangi TKP, pelaku sudah mempersiapkan pisau untuk jaga diri di saat ada perlawanan dari korban karena antara korban dan pelaku sudah sering ribut. Sesampai di TKP, pelaku meminta maaf kepada korban, namun korban tidak mau memaafkannya sehingga terjadi keributan. Pelaku kemudian melakukan penusukan seorang diri terhadap korban menggunakan pisau hitam kecil yang sudah disiapkan dari kosnya

Baca Juga  Grace Anastasia : Demo Tidak Harus Anarkis

 

“Korban mengusir pelaku dengan menggunakan sapu ijuk. Kemudian pelaku mengambil pisau dari kantong baju jas hujan yang sudah dia siapkan dari kos dan menusuk leher korban satu kali dan mengoyak ke arah kanan,” terangnya.

 

Entah apapun motif pelaku melakukan pembunuhan tentunya tidak dibenarkan.  Hal ini menjadi bahan refleksi bagi semua orang untuk tidak mengambil jalan pintas dalam menghadapi masalah.

Baca Juga  Ketika Siber Menggusur Budaya Lama Bermedia

 

Fenomena kasus pembunuhan terhadap perempuan yang sudah terjadi dua kali dalam kurun waktu yang berdekatan mengindikasikan betapa kurangnya penghargaan terhadap kehidupan. Laki-laki sebagai sosok yang lebih kuat dari perempuan tidak sepatutnya menghabisi nyawa perempuan yang seharusnya dilindungi dan diayomi. *Robi

Komentar

News Feed