oleh

Sukseskan Penerapan CHSE We Love Bali

Bali – Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali kerjasama menyukseskan program CHSE Pariwisata sesuai program Kadispar provinsi Bali Dan kementrian Dalam menjaga perkembangan CHSE kedepan

Dengan memberikan sumbangan berupa Masker, Hand sanitizer dan sekaligus pemasangan banner/spanduk/sticker di 7 Desa Wisata Unggulan, empat kabuapten (Gianyar, Badung, Tabanan dan Karangasem).

Kegiatan itu diawali dari Desa Petulu Banjar Gunung dan Desa Wisata Taro (Dewita) di Gianyar, Kamis (29/10).

“Sinergi bersama ini dalam upaya persiapan membangkitkan pariwisata Bali ke depan pasca pandemi Covid -19,” kata Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha yang dikutip dari Atnews.

Baca Juga  Gubernur Koster Sambut Baik Rencana Uji Coba Bus Listrik di Bali

Untuk itu, pihaknya mengingatkan sosialisasi penerapan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan), khususnya Kawasan Desa Wisata.

Upaya itu juga dapat meningkatkan kesiapan pengembangan ekonomi desa melalui sinergi pariwisata dan pertanian dalam bingkai Tri Hita Karana yang merupakan folosofi luhur Bali yang bersifat universal.

Pada kesempatan itu, penyerahan bantuan masker dan sanitizer beserta alat peraga pengingat CHSE.

Potensi desa wisata begitu besar pasca pandemi, mengingat keaslian alam, manusia dan budaya masih kental sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Sementara itu, Ketua Panitia Program Pengembangan Desa Wisata NCPI Bali I Made Mendra Astawa yang juga Ketua Bidang SDM dan Daerah NCPI Bali Dan Ketua Forkom Desa Wisata Bali ( Dewi ) menambahkan, kesempatan itu dijadikan momentum lebih mengetahui potensi desa wisata yang ada.

Baca Juga  Pelaku Perampokan SPBU di Tol Bali Mandara Dibekuk, Polisi Sita Pistol Mainan

Salah satunya Desa Wisata Desa Petulu memiliki habitat Burung Bangau menarik yang hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.

“Desa ini sangat menarik sekali, Burung Bangau berdampingan dengan masyarakat apapun kegiatan masyarakat sediakala yang sudah dimulai dari Tahun 1965,” ungkap Mendra.

Pengelolaan Desa Wisata dikelola oleh Desa Adat setempat dalam rangka mensejahterahkan krama (masyarakat).

Pemberdayaan masyarakat dan potensi akan terus dilaksanakan, khususnya NCPI Bali dapat mendampingi secara berkelanjutan.

Baca Juga  PBNU Apresiasi KSAD Dudung Beri Perhatian kepada Siswa yang Sepatunya Lepas

Menariknya lagi, Di Desa Taro
wisatawan akan disuguhkan Tour Kunang-kunang Dan hal itu sebagai pertanda tanah tersebut masih ramah lingkungan sehingga Kunang-kunang masih bisa hidup. Dan pertanian sbg bagian Ketahanan pangan yg dikelola Secara bersama dengan masyarakat Dan hotel Yang sdh lebih dulu ada di kawasan Desa Sehingga terjadi sinergi antara pengusaha perhotelan dan masyarakat Bersama kelompok Sadar wisatanya Sekalian pengembangan pertanian Ke depan yg lbh baik lagi

“Untuk itu, program ini dapat memuliakan tanah dan sangat menarik dikunjungi domestik dan mancanegara,” tutupnya. (AT)

Komentar

News Feed