oleh

Perkemi Bali Panggil Dua Kenshi untuk Sparring

DENPASAR – Guna mematangkan teknik dan performa kenshi Bali yang bakal bertarung di PON XX/2020 Papua, Pengprov Perkemi Bali memanggil dua kenshi tidak lolos PON menjadi sparring partner kenshi PON Bali.

Seperti diketahui, kempo Bali meloloskan nomor embu (seni) dan randori (tarung) ke PON Papua. Khusus randori, hanya mengirim dua wakil saja, yakni Erasmus Naris Fendidan di kelas 60kg perorangan putra dan Ni Kadek Dea Ardi Prabaswari di kelas 50kg perorangan putri.

Wakil Ketua Umum Pengprov Perkemi Bali, Fredrik Billy mengatakan, teknik dan peforma dua kenshi tersebut harus dimatangkan jelang PON di tengah nihilnya kejuaraan dalam masa pandemi.

Baca Juga  Real Madrid U-18 Juara IYC 2023 setelah Kalahkan Barcelona U-18

“Karena itu kami memanggil dua kenshi untuk menjadi sparring partner Erasmus dan juga Dea Ardi. Keduanya adalah kenshi yang tampil di Pra-PON kemarin, tapi gagal lolos. Mereka adalah I Gede Indrawan I KYU dan Luh Putu Sintya Wulandari I DAN,” ujar Fredrik Billy ditemui tempat TC Sentraliasi Hotel Neo, Senin (30/8/2021).

Ditambahkan Billy, di masa TC Sentralisasi saat ini untuk nomor randori membutuhkan lawan dalam latihan. Begitu juga dengabn kenshi yang tampil di nomor embu (seni).

Baca Juga  Bali United Bermain Imbang 1-1 Lawan Borneo FC

Perkemi Bali, kata Billy, bisa saja mengajak sparring kenshi randori ini dengan kenshi-kenshi di kabupaten/kota lainnya di Bali, namun hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah karena berbenturan dengan aturan protokol kesehatan (prokes) nantinya.

“Semua latihan dipusatkan di sini (Hotel Neo-red). Jadi repot nanti kalau silih berganti orang yang datang, sedangkan KONI Bali memproteksi ketat atlet menjelang PON. Maka dari itu kami ajukan dua kenshi saja untuk sparring partner,” tegas Billy yang juga Bidang Hukum dan Etika KONI Bali ini.

Baca Juga  Arema Raih Poin 3 Perdana setelah Menang 1-0 Atas Persikabo

Hanya saja, Perkemi Bali sulit memetakan progress lawan di PON nanti untuk randori. Satu-satunya gambaran tentang kekuatan rival itu hanya terbaca saat Pra-PON lalu. “

Kalau randori itu tergantung di lapangan. Di Pra-PON kami sudah dapat pantau lawan, tapi seiring waktu berjalan tentunya mereka tidak diam di tempat, begitu juga dengan Bali. Meski tidak ada try out atau try in yang dijalani kenshi randori, itu tidak ada masalah bagi kami. Fine fine saja,” pungkasnya. (yus)

Komentar

News Feed