oleh

Pengembangan Kawasan Pariwisata Perlu Kedepankan UMKM

Jakarta- Pengembangan kawasan pariwisata nasional di berbagai daerah dinilai perlu untuk lebih mengedepankan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan dukungan terhadap penataan dan manajemen yang lebih baik.

“Pemerintah perlu juga memberikan ruang investasi dan dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf dalam rilis di Jakarta, Selasa.

Ia mencontohkan kawasan pariwisata di Danau Toba, misalnya diberikan dukungan dengan pengembangan teknologi baru, kemudian pengembangan antara investasi hotel atau resort yang juga perlu didukung dengan pemberian semacam insentif.

Baca Juga  Tabanan Nihil Desa Zona Merah

Selain itu, ujar dia, penting pula untuk menentukan zonasi yang terpetakan dengan baik sehingga membantu UMKM di bidang spesifik, misalnya ada pemetaan wilayah untuk zonasi hutan, zonasi perikanan hingga zonasi olahraga ekstrim.

Sebagaimana diwartakan, UMKM dan pariwisata dinilai memiliki potensi besar untuk jadi kekuatan baru Indonesia di masa depan guna mewujudkan visi Indonesia Maju.

“Pemerintah dan BI (Bank Indonesia) punya pandangan yang sama bahwa sektor UMKM dan pariwisata punya potensi yang sangat besar untuk menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia ke depan,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng dalam Talkshow Desa Wisata: Ikon Andalan Baru Wonderful Indonesia, Rabu (24/3).
Baca Juga  Ekonomi Bali Mulai Tumbuh di Triwulan III

Guna memperkuat kinerja dua sektor tersebut, pemerintah dengan BI bersinergi mengimplementasikan Gerakan Nasional Gotong Royong 2021 yang terdiri atas dua tema, yakni Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Gerakan Nasional Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja.

“BI aktif berperan sebagai movement manager pada dua gerakan tersebut dengan mengusung tema mendorong UMKM dan sektor pariwisata sebagai kekuatan utama menuju Indonesia maju melalui sinergi kreatif,” katanya. (*/cr8)
sumber : bali.antaranews.com

Komentar

News Feed