BALI, PERSPECTIVESNEWS – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali hari Selasa (29/12/2020) mencatat terjadinya penambahan pasien sembuh dari paparan virus corona sebanyak 141 orang, dua orang meninggal dunia, dan terkonfirmasi positif bertambah 172 orang.
Dengan adanya penambahan itu, maka secara kumulatif terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali menjadi 17.409 orang, sembuh 15.934 orang (91,53%), dan meninggal dunia menjadi 510 orang (2,93%).
Sedangkan kasus aktif per hari ini menjadi 965 orang (5,54%), yang tersebar dalam perawatan di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.
Ketua Harian Sargas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra dikutip perspectivesnews.com anggota siberindo.co, mengatakan, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan adalah Rp 100.000 bagi perorangan, dan Rp 1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.
Pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.
“Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan Protokol Kesehatan kapanpun dan di manapun berada,” ucap Dewa Indra.
Dia juga mengingatkan akan pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker di manapun terutama saat berada di tengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.
“Tetaplah waspada dan patuh jalankan Protokol Kesehatan di manapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita. Terus patuhi 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun) dan dukung upaya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dari pemerintah,” pungkasnya. (git)











Komentar