oleh

INTI Bali – YBPJ Tanam Pohon Langka Pala Lestarikan Lingkungan di Padang Galak

BALI – Perkumpulan Indonesia Indonesia Tionghoa (INTI) Bali bersama Yayasan Bhakti Pertiwi Jati (YBPJ) melakukan penanam pohon langka pala di Kawasan Pura Campuhan Windhu Segara dan Taman Bali Festival di Padang Galak Sanur, Denpasar, Rabu (28/10).

Kegiatan itu sebagai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 dengan menanam tujuh pohon pala.

Sebelumnya juga INTI Bali dengan Puri Kedaton dan Puri Payangan yang melakukan penanam pada tanggal 22 Aguatus lalu.

Hal itu sebagai upaya dalam meslestarikan lingkungan tempat budaya dan pendidikan.

Demikian disampaikan Ketua INTI Bali Sudiarta Indrajaya usai melakukan tujuh pala sebagai simbol yang sakral yang dikutip dari Atnews.

Penanaman dilaksankaan oleh
Ketua Dewan Pakar INTI Bali yang juga Pendiri IKBS Prof Anastasia Sulistyawa, Agung Prianta, Pandita Liemanuel Kartika ( Romo Kayan ), Romo Made Suartana, Aswin Pangestu, AAS Mas DarmavaTNI dan Sri Rastini.

Baca Juga  Sebanyak 42 Desa Di Buleleng Masuk Zona Kuning

Tanaman pala merupakan jenis tanaman aromatik yang berasal dari genus Myristica.

Secara umum dikenal 6 jenis pala, yaitu Myristica Fragrans Houtt, Myristica Argentea Ware, Myristica Fattua Houtt, Mrystica Specioga Ware, Myristica Sucedona BL, Myristica Malabarica Lam.

Tanaman pala mempunyai nama latin Mystica Fragrans.

Apalagi kawasan itu terdapat monumen Tragedi Pan Am American Airways yang memiliki sejarah tragedi jatuhnya pesawat Pan America Airways di Buleleng.

Untuk itu, pihaknya pada kesempatan itu menggelar doa kepada arwah dari 107 korban tragedi pada 22 April 1977 yang dipimpin Romo Kayan.

Selain korbannya dua warga Bali, korban tragedi Pan Am American berasal dari Australia, Perancis, Kananda, Jerman, China, India, Jepang, Filipina, Swedia, dan Amerika Serikat.

Baca Juga  Suiasa Agendakan Pertanian Badung Utara jadi Prioritas

Dengan penanam itu, kawasan itu menjadi hutan kota dan pemeliharaanya akan rutin dilaksanakan.

Pada hari bersamaan, INTI Bali melepas 3.000 Benih Lele dan menuangkan 350 liter Eco Enzym di Tukad Badung.

Hal itu sebagai simbol melepas hal – half negatif dalam diri, kebencian, dengki, dan iri hati.

Selain menjaga kesehatan jiwa, pihaknya pun melengkapi kesehatan raga (fisik) dengan Senam AW S3.

Senam berlangsung penuh semangat dan keceriaan di kawasan Taman Bali Festival yang indah dan rindang, dekat sungai dan pantai Padang Galak.

Sementara itu, Pelindung YBPJ I Gusti Ngurah Bagus Muditha mengharapkan acara tetap berlanjut sehingga pohon pala benar – benar hidup dengan natural.

Baca Juga  SMSI Sumbang Jalan dan Sarana Sanitasi

“Kita bukan politisi, tetapi kesungguhan cinta akan alam tidak hanya berhenti sebatas memanam, namun yang paling penting memelihara agar hidup, ” ujar Turah Mudhita yang juga Pengelingsir Puri Kedaton.

Hal itu sebagai implementasi Tri Hita Karana, khususnya Palemahan (hubungan manusia dengan alam).

Hubungan manusia dengan alam ini patut dijaga dengan baik sehingga harmonisasi tetap terjaga mencegah adanya bencana.

Diharapkan ke depannya kawasan itu menjadi pusat kebudayaan dalam memajukan pendidikan dan peradaban manusia.

Ketua BPJ, Made Pujana menambahkan acara dapat mendukung pembangkitan kawasan menjadi tempat rohani (menempuh kehidupan spiritual).

Setelah 29 tahun tidak terurus, kini mulai ditata kembali sehingga berdaya guna bagi kehidupan masyatakat. (AT)

Komentar

News Feed