oleh

Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus Disertai Gemuruh


NTT, Balifactualnews.com – Berdasarkan informasi laporan pengamatan aktifitas Gunung berapi pada periode pengamatan Minggu, 29 Agustus 2021 pagi, Gunung Ile Lewotolok yang ada di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus. Tercatat Erupsi terjadi pada pukul 09.45 Wita, Sementara letusan teramati 6 kali dengan tinggi 200-300 m dan warna asap putih dan kelabu, disertai gemuruh.

Dalam laporan yang disusun oleh Emanuel Rofinus Bere, A.Md.Kom. dan Stanislaus Ara Kian, lebih detail menyebutkan letusan dengan jumlah : 6, Amplitudo : 12-30 mm, Durasi : 19-43 detik, hembusan berjumlah : 13, Amplitudo : 4-28 mm, berdurasi : 8-28 detik. Tremor Harmonik tercatat dengan jumlah : 4, Amplitudo : 4-5 mm, berdurasi : 6-19 detik. Sementara Tektonik Jauh berjumlah : 1, Amplitudo : 6 mm, S-P : tidak terbaca, Durasi : 63 detik.

“Untuk gempa vulkanik terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dengan durasi kurang lebih 10 menit atau 600 detik. Saat ini, Gunung Ili Lewotolok berstatus Waspada atau Level II. Masyarakat dan pengunjung/pendaki/wisatawan dilarang berada di zona perkiraan bahaya yakni di radius 2 km dari puncak atau pusat aktivitas gunung,” demikian laporannya.

Seperti diketahui Gunung Ile Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Gunung Lewotolok itu memiliki ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut. Selain itu sejak 7 Oktober 2017 silam, mengutik dari laman Kementerian ESDM, gunung berapi Ile Lewotolok adalah berstatus waspada (level II).

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, rekomendasi dikeluarkan. Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki atau wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak kawah G. Ili Lewotolok. Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak kawah G. Ili Lewotolok.

Baca Juga  PHDI Dorong Anak Muda Hindu Banten Raih Beasiswa

Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang berada disekitar G. Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Selain itu abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling G. Ili Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama disaat musim hujan. Untuk itu seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Ili Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

Baca Juga  Penghargaan SMSI: Azyumardi Azra Pelopor Pers Merdeka

“Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang Erupsi G. Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya,” demikian laporan tersebut menyebutkan. (tim/bfn)

Komentar

News Feed