oleh

Hot Dog Water Sport Tetap Beroperasi Meski Karyawan tak Digaji

BADUNG NEWS –

Pengusaha Hot Dog Water Sport dan Dive Center, Tanjung Benoa Bali, memilih  tetap beroperasi pada masa pandemi covid-19. Pemilik Hot Dog water sport Tanjung Benoa, Made Wetar menegaskan pihaknya memutuskan, usaha yang telah dirintisnya bertahun-tahun tetap selama masa pandemic Covid-19 karena ia berharap dalam situasi krisis pariwisata akibat covid-19, masih ada wisatawan yang menggunakan jasa usahanya.

‘Dalam situasi sulit seperti ini, kita memang harus pinter-pinter mengelola usaha, sehingga tidak mati total. Kita siasati biaya operasional sehemat mungkin sehingga tidak sampai merugi dan akhirnya bangkrut,’ ujar Made Wetar saat ditemui Rabu, 28 Oktober 2020.

Berbagai upaya ia lakukan untuk sekedar bertahan dari dampak pandemic Covid-19 yang begitu menghancurkan hampir seluruh usaha pariwisata. “Dampak pandemi ini memang sangat terasa di setiap sektor terutama pariwisata. Salah satunya adalah saya sendiri  yang bergerak di industri pariwisata. Tapi prinsip saya mungkin berbeda dengan yang lain. Saya punya perinsip bahwa, dalam kondisi sepi itu masih ada harapan usaha. Itu sebabnya saya lebih memilih buka dari pada tutup, dan ini juga bagian dari cara supaya  prekonomian kita tidak macet,” kata Made.

Baca Juga  Operasi Zebra Lempuyang Praktis Hanya Keluarkan 37 Surat Tilang

Lantas bagaimana sistem kerja selama pandemic covid-19? Made Wetar mengungkapkan, selama usaha water sport miliknya tetap beroperasi, pihaknya tidak menggaji karyawan. “Saya bilang kepada kariawan saya bahwa  kalian bekerja  tidak akan di gaji mengingat kita tidak ada pemasukan. Terlepas dari itu masih ada sebagian staf yang bertahan karena mereka tidak punya pilihan lain meski keadaan sepi. Ya memang ada juga sebagian staf yang memilih untuk istirahat,’ ungkap Made.

Baca Juga  Atmosfer Demokrasi di TPS Harus Dipertahankan Dengan Mengikuti Protokol Kesehatan

Ia pun berkisah bahwa selama ini, wisatawan yang mengunakan jasa water sport miliknya sangat sedikit setiap harinya. Menurut nya, jumlah wisatawan yang menggunakan jasanya

Hanya dalam kisaran maksimal 3 orang. “Sejauh ini tamu yang masuk itu paling satu sampe dua sampai tiga orang saja. Dominan tamu lokal, dan yang datang bermain itu kebanyakan orang luar daerah Bali, seperti Surabaya, Jakarta, Sulawesi. Untuk tamu asing sendiri paling mereka  yang sudah tidak bisa balik lagi ke negara asalnya,” jelas Made.

Terkait protokol kesehatan, pihaknya mengaku sangat mematuhi segala imbauan pemerintah. Seluruh karyawannya maupun wisatawan yang berkunjung dengan sangat ketat menerapkan protocol kesehatan 3M yaitu, mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. ‘Dari pintu depan hingga masuk kedalam area kita perketat protokol. Ini kita lakukan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan. Saya pernah ditegur gara-gara tidak memiliki sertifikasi dari pemerintah, tetapi sekarang saya sudah memiliki itu,’ ujarnya.

Baca Juga  Dianggap Hina Simbol Pujaan Umat Hindu di Nusa Penida, Anggota DPD RI Dilaporkan ke Polda Bali

Made Wetar yang mengaku sangat prihatin dengan kondisi pandemic Covid-19 ini lantas berharap semoga pandemi ini segera berlalu, mengingat sudah banyak yang memilih untuk tidak buka, dan para tetangga kerja banyak yang dirumahkan. “Ya kita berdoa saja supaya kita kembali bekerja seperti sediakala. Berharap kepada kita semua untuk tetap menjaga kesehatan kita masing-masing biar tetap semangat,’ tutup Made  ***Dion

Komentar

News Feed