BALI, PERSPECTIVESNEWS – Ketua Umum KONI Bali menegaskan, Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah gawenya Pemerintah Pusat, sehingga daerah hanya berhak mencalonkan diri sebagai tuan rumah sedangkan yang memutuskan suatu daerah menjadi tuan rumah PON adalah Pemerintah Pusat.
“Jadi, KONI Provinsi itu hanya boleh mengajukan diri menjadi tuan rumah, dan prosesnya panjang untuk disetujui menjadi tuan rumah. Makanya saya tidak bisa komentar banyak soal pencalonan bersama NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON tahun 2028,” ucap Suwandi dimintai tanggapannya saat menghadiri Musorkot KONI Kota Denpasar, Minggu (27/12/2020).
Seperti diberitakan, KONI Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat sepakat mengajukan diri menjadi tuan rumah bersama PON XXII yang akan dilaksanakan pada 2028.
“Kami sudah sepakat untuk nanti NTT dan NTB akan menjadi tuan rumah PON XXII 2028 nanti, ” kata Ketua umum KONI NTT Andre Koreh di Kupang, Senin (21/12/2020). Hal ini disampaikannya terkait hasil rapat terbatas antara KONI NTT dan KONI NTB di salah satu hotel di Kupang yang digelar pada Minggu (20/12/2020) malam.
Dikutip perspectivesnews.com anggota siberindo.co, Suwandi mengatakan, PON XXI akan dilaksanakan bersama Provinsi Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024. Bali sendiri, lanjut dia, pernah mengikuti bidding pencalonan tuan rumah PON XX, tetapi bidding tersebut dimenangkan Papua, sehingga PON XX digelar di Papua tahun 2021 setelah tertunda setahun akibat pandemi.
“Karena yang menentukan adalah Pusat, mari kita tunggu saja siapa yang nantinya menjadi tuan rumah PON XXII tahun 2028. Kalau Sunda Kecil (Bali, NTB dan NTT) dipandang oleh Pusat harus bersatu menjadi tuan rumah PON XXII bersama, Bali juga siap,” tutur Suwandi.
Suwandi mengatakan, menjadi tuan rumah PON mesti memenuhi berbagai kriteria, seperti misalnya pembangunan infrastruktur olahraganya bagaimana. Bali sebagai daerah yang pernah mencalonkan diri menjadi tuan rumah, lanjut Suwandi, sarana olahraganya sangat memadai untuk menggelar event tidak saja sekelas PON tetapi juga level dunia.
“Kata kuncinya adalah Pusat, kalau Pusat menunjuk tiga provinsi menjadi tuan rumah bersama, maka mulai sekarang Bali harus menata kembali infrastruktur yang kurang harus disiapkan dengan baik, begitu pula dengan NTT dan NTB,” demikian Suwandi.(git)











Komentar