DENPASAR – Pengprov Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Bali melarang para atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Klub-klub untuk melaksanakan laga persahabatan maupun latihan bersama melibatkan banyak atlet. Pembatasan aktivitas keolahragaan di cabor bola basket tersebut mendapat respon posifif dari Pengkab/Pengkot Perbasi kabupaten/kota se-Bali.
Ketua Umum Perbasi Gianyar Made Purwita mengaku siap mematuhi instruksi pengprov meskipun secara tidak langsung akan menghambat persiapan menuju PON 2021.
“Meliht perkembangan Covid-19 di Bali akhir-akhir ini yang semakin meluas hingga ke klaster keluarga, maka kami setuju atas instruksi Perbasi Bali itu,” ujar Purwita pada Minggu, 27 September 2020.
Hal senada dilontarkan Sekum Perbasi Tabanan Kadek Bagus Suksma Wibawa. Menurutnya, pembatasan yang diberlakukan Pengprov Perbasi tersebut semata-mata demi keselamatan para atlet.
“Semua pihak termasuk basket mesti mendukung pemerintah mencegah penularan Covid-19 di masyarakat, maka instruksi Perbasi Bali kepada Perbasi seluruh Bali harus kita dukung untuk keselamatan kita semua,” ujarnya.
Meski Pengkab/Pengkot Perbasi seluruh Bali menyatakan siap mematuhi larangan tersebut, namun bagi pecinta olahraga, tanpa kompetisi di tengah pandemi Covid-19 membuat suasana jenuh. Pengamat olahraga Bali yang juga Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Bali Djoko Purnomo mengatakan, larangan tersebut dapat dimaklumi.
Namun semestinya dalam menyikapi kondisi tersebut tidak dilakukan secara berlebihan, mengingat untuk level nasional kompetisi liga bola basket Indonesia tetap akan berlangsung Oktober mendatang, pasca ditandatanganinnya MOU antara BNPB dengan Liga Basket Indonesia (IBL), dan Perbasi Pusat.
Djoko Purnomo berharap, ke depannya yang lebih ditingkatkan adalah kesadaran para atlet dalam menerapkan protokol kesehatan saat berlatih. Dari pantauan di lapangan selama ini, beberapa latihan bersama yang dilakoni sejumlah cabang olahraga sudah mematuhi protokol kesehatan dengan baik, terbukti hingga kini belum dijumpai adanya klaster baru Covid-19 pada aktivitas latihan cabor. zil











Komentar