DENPASAR-Pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan harus dibatasi, termasuk proses belajar mengajar tatap muka di semua sekolah di Kota Denpasar harus ditiadakan.
Apalagi untuk murid SD kelas I, II, dan III mereka belum layak menggunakan HP. “Jadi tidak harus sama sistem belajarnya, satu kelas bisa beda, dan itu sekolah masing-masing yang mengatur,” kata Agung Wijaya, Jumat (26/2).
“Orangtua datang ke sekolah mengambil tugas untuk dua minggu. Nanti bagaimana kesepakatannya, setelah dua minggu orangtua mengumpulkan tugas ke sekolah sambil ambil tugas berikutnya. Tugas itu yang disebut portofolio,” ungkap Agung Wijaya.
Dalam proses luring tersebut masing-masing sekolah membuat jadwal dengan waktu yang berbeda dan membatasi orangtua yang antre ambil soal. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kerumunan.
Selama pembelajaran di rumah, Agung Wijaya juga sudah mengimbau sekolah agar beban tugas yang diberikan kepada siswa dipastikan bisa selesai tanpa keluar rumah. Sehingga tetap jaga kesehatan, dan menunjang imunitas siswa. “Apalagi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro terus diperpanjang, kondisi warga yang positif Covid-19 semakin meningkat, jadi kami belum bisa lakukan sekolah tatap muka,” kata Agung Wijaya. (*/cr8)











Komentar