oleh

Bangkitkan Pariwisata Winus, We Love Bali Rute Nusa Penida dan Lembongan

BALI  – Program 10 We Love Bali PT Melali MICE selaku PCO bekerjasama dengan Pancasari Tour dan Bali Star Club dalam Implementasi protokol kesehatan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) dengan rute perjalanan Sanur – Nusa Penida – Nusa Lembongan – Sanur.

Program 10 memiliki 10 Trip, diawali pada tanggal 7-9 Oktober 2020, dan trip kedua tanggal 11-13 Oktober 2020 yang launching di Bali Safari Park Gianyar.

Hal itu disampaikan Direktur Melali MICE Diah Permana kepada awak media dalam press rilisnya disinyalir dalam media Atnews di Denpasar , Minggu (25/10).

Ia mengatakan, pariwisata merupakan sektor paling pertama terdampak karena adanya pademi Covid -19.

Terbatasanya mobilitas masyarakat pandemi Covid -19 serta ditutupnya tempat – tempat rekreasi dan hiburan memberikan dampak ekonomi cukup besar terhadap sektor pariwisata.

Provinsi Bali yang menjadikan pariwisata sebagai unggulan turut mengalami imbasnya.

Menyikapi hal tersebut, Kememetrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menginisiasi terselenggaranya Implementasi protokol kesehatan CHSE melalui program “We Love Bali”.

Program tersebut sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku usaha pariwisata ekonomi kreatif akan melibatkan sekitar 349 industri dan 8.421 tenaga kerja serta 4000 peserta dari masyarakat umum yang berasal dari Provinsi Bali.

Baca Juga  Lemkari Bali Juara Umum Kejurprov II FORKI Bali dengan 43 Medali

Kegiatan itu diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk menggerakan roda perekonomian usaha pariwisata Bali dan memulihkan citra pariwisata Pulau Dewata.

Sekaligus sebagai sarana memperkenalkan destinasi baru yang tersebar seluruh Pulau Dewata, khususnya di Nusa Penida Klungkung melalui famtrip wisatawan nusantara.

Selain itu, Kemenparekraf telah menyusun protokol CHSE di bidang yang dikaitkan dengan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Diharapakan Bali harus bisa menjadi contoh yang baik agar mampu menerapkan Implementasi Protokol CHSE dalam bidang pariwisata secara ketat.

Hal itu menunjukkan bahwa Bali siap menerima wisatawan dengan penerapan protokol CHSE yang ketat dan merata.

Untuk itu, peserta yang mengikuti program We Love Bali diharapkan bisa mempromosikan Bali melalui media sosial, baik untuk wisnus maupun wisman.

Peserta diharapkan juga menjadi duta untuk menyebarluaskan protokol CHSE pada keluarga dan lingkungan.

Kegiatan itu dapat diikuti oleh dosen, guru, mahasiswa, aparatur sipil negara, karyawan perusahaan swasta, karyawan biro perjalanan wisata, kelompok sadar wisata, komunitas hobi, fotografer, dan media massa.

Mereka berusia peserta 18 – 50 tahun dan hanya diperbolehkan mengikuti satu kali kegiatan. Aktif sebagai pengguna media sosial minimal 1 dari platform: FB, IG, Twitter, YouTube, Tiktok, diutamakan yang memiliki lebih dari 2000 followers berbasis komunitas.

Baca Juga  Gol Novri dan Jefferson ke Gawang Persikabo 1973 Bawa Bali United Naik ke Peringkat 6

Memiliki kegemaran aktivitas di luar ruang (outdoor) seperti: berenang, snorkeling, trekking, hiking, bersepeda, berswafoto, dan sebagainya.

Memahami dan mampu menerapkan serta mensosialisasikan protokol kesehatan (kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarianlingkungan); Sanggup mempublikasikan aktivitas yang dilakukan selama mengikuti kegiatan dalam bentuk foto, video singkat, dan/atau artikel dengan mengedepankan norma kesopanan;

Wajib menunjukkan hasil rapid test Covid-19 (non-reaktif) yang dilakukan 1-3 hari sebelum keberangkatan(biaya rapid testsebesar maksimal Rp. 150.000 akan di-reimburse pada saat kegiatan);

Menyertakan surat persetujuan/rekomendasi/dispensasi dari instansi, perusahaan, asosiasi, atau organisasi dimana ia bekerja atau bernaung.

Peserta wajib follow semua akun media sosial Kemenparekraf dan Dinas Pariwisata Provinsi Bali.

Peserta wajib menjaga marwah Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Kemenparekraf, menghormati kearifan lokal Bali serta mendukung program kepariwisataan Bali.

Konten berupa foto/video yang diambil peserta dapat digunakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Kemenparekraf untuk materi promosi pariwisata.

Peserta wajib menandatangani pakta integritas akan menerapkan protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan lain sebagainya sesuai aturan pemerintah.

Baca Juga  Pelatih Tim Junior Tokyo Verdy Puji Training Center Bali United

Bersedia mentaati tata tertib yang berlaku selama mengikuti kegiatan.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan fasilitas berupa akomodasi selama 2 malam di hotel/villa/homestay yang ditetapkan panitia.

Konsumsi selama 3 hari (2x makan pagi, 3x makan siang, 2x makan malam dan 6x snack box. Transportasi selama mengikuti kegiatan dari titik keberangkatan dan kepulangan.

Termasuk biaya tiket masuk ke daya tarik wisata, biaya rapid test Covid-19 maupun perlengkapan lain yang ditetapkan panitia.

Sementara itu, Kelompok Ahli Pembangunan Bali Bidang Pariwisata Ketut Jaman mengharapkan mempercepat pemulihan citra pariwisata Bali.

Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, banyak calon wisatawan domestik ingin segera berkunjung ke Pulau Dewata.

Bahkan permintaan dari calon peserta untuk kegiatan bulan November sangat tinggi dan hanya sekitar 30 persen yang bisa diterima sebagai peserta.

Sejauh ini berjalan cukup lancar dan bagus. Peserta banyak memberitakan kunjungan ke berbagai destinasi wisata melalui medsos dan berita online.

Industri yang terlibat seperti angkutas wisata, biro perjalanan wisata, restoran, hotel, pengelola daya tarik wisata dan bahkan guide merasa senang mendapatkan pekerjaan pada masa pandemi ini. (AT) 

 

Komentar

News Feed