oleh

Wagub Bali Ajak Media Tulis Berita Positif Terkait Covid-19

DENPASAR–

Destinasi wisata di beberapa provinsi di Indonesia sudah mulai beroperasi secara bertahap. Salah satunya di Provinsi Bali. Meskipun tempat wisata di Bali telah beroperasi secara bertahap, wisatawan saat ini cenderung mencari destinasi yang aman dan disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Setelah memastikan hal tersebut, barulah para wisatawan memutuskan untuk melakukan perjalanan pariwisata.

Terkait hal tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengajak seluruh stakeholder pariwisata di Bali agar bekerjasama meningkatkan dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak).

Ia meminta media dapat bekerja sama mengoptimalkan promosi positif tentang pariwisata Bali. Media juga harus sering mensosialisasikan protocol kesehatan, dan memberikan informasi positif kepada masyarakat dan calon wisatawan.

“Jangan sampai hanya karena satu atau dua tempat yang melangar protokol kesehatan, hal tersebut diexpose oleh media dan membuat ketidakpercayaan masyarakat domestik maupun internasional untuk berkunjung ke Bali,” ujarnya.

BACA JUGA:  Optimis Raih Penghargaan Emas, PLN Masuk Penilaian BUMN CSR Awards 2020

Hal itu disampaikan dalam sambutanya pada acara Simakrama Kepariwisataan Dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru untuk wilayah Denpasar dan Badung di Discovery Mall, Kuta, Kab. Badung, pada Jumat, 23 Oktober 2020. Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh pemerintah daerah,  pelaku pariwisata dan duta besar RI untuk Tiongkok.

Pria yang kerap disapa Cok Ace menambahkan, bahwa pertumbuhan ekonomi Bali saat ini minus 10,98 %.  Ini terjadi tidak seperti sebelum covid 19. “Astungkare, meskipun pertumbuhan ekonomi kita minus, kehidupan sosial masih baik-baik saja. Tidak terjadi tindakan kriminal. Masyarakat kita masih patuh dan percaya dengan hukum karma pala”. Imbuhnya.

BACA JUGA:  Jerinx Kecewa Terhadap Putusan Hakim yang Abaikan Keterangan Saksi Ahli

Lanjut Cok Ace, saat ini hubungan antara kesehatan dan ekonomi  bersifat mutualisme. Ketika kesehatan terganggu dan penderita positif  terus meningkat maka akan menyebabkan ekomoni kita tertekan atau menurut.  Kita ingin terbalik, positif berkurang sedangkan yang sehat semakin bertambah sehingga ekonomi kita bisa bertumbuh.

“Meskipun vaksin belum ditemukan secara pasti, maka cara yang bisa kita lakukan dengan menjaga kepercayaan masyarakat, bahwa Bali mampu menerapkan CHSE ( Cleanlinnes, Health,  Safety, dan Environment)”, jelasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Duta besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun melalui zoom meeting mengatakan kasus covid 19 di Tiongkok saat ini sudah menurunkan signifikan. Dari total 1’46 miliar penduduk Tiongkok kini hanya ada 400an kasus.

“Dibeberapa provinsi bahkan sudah tidak ada peningkatan kasus lagi. Selain sudah ada vaksin, juga dikarenakan tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan CHSE, ujarnya.

BACA JUGA:  Kejati Bali Musnahkan Amonium Nitrat Seberat 92 Ton

Menurut Djauhari Oratmangun, perjalan domestik  untuk wisatawa  yang di lakukan di China bisa di terapkan juga di Indonesia, akan tetapi dengan catatan disiplin dalam penerapan CHSE.   “Sehingga pariwisata Bali segera bangkit. Apalagi Bali menjadi jendela pariwisata diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat dunia dalam penerapan CHSE”, jelasnya.

Diakhir sambutannya, Cok Ace mengucap apresiasi kepada pemerintah pusat dan mengajak semua pelaku wisata agar dalam menjalankan usaha wisata  agar tetap menerapakan protokoler kesehatan.

“Saya mengapresiasi kepada Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif RI atas dukungan yang penuh terhadap provinsi Bali agar wisata Bali tetap tumbuh meskipun tidak seperti biasanya (sebelum covid 19)”, tutupnya. ***Edo/Dicky

Komentar

News Feed