BALI – Peselancar tube wanita terbaik Indonesia menyuguhkan aksi yang luar biasa di Padang Padang, Selasa (21/7/2026). Taina Izquierdo berhasil keluar sebagai juara Rip Curl Cup Padang Padang Women’s Local Trials dan mengamankan satu dari dua tiket menuju Rip Curl Cup Padang Padang 2026 Main Event, bersama Paris Nalendra yang finis sebagai runner-up.
Keputusan untuk menggelar Women’s Local Trials ini terbukti tepat, prediksi kondisi ombak dari forecaster Swellnet, Craig Brokensha, terjadi hampir persis seperti yang diperkirakan. Groundswell kuat dari arah selatan-barat daya yang dipicu badai di Samudra Selatan mencapai puncaknya di pertengahan hari, sebelum air laut mulai surut di sore hari dan mengubah Padang Padang menjadi salah satu ombak barrel terbaik di dunia.
Sesuai prediksi, ukuran ombak mencapai puncaknya sekitar tengah hari, namun karena swell terbesar bertepatan dengan pasang tinggi, kondisi ombak sepanjang siang masih belum cukup konsisten untuk menggelar Men’s Local Trials secara adil. Sebagai gantinya, para peserta Men’s Local Trials mendapatkan kesempatan eksklusif selama 90 menit untuk melakukan sesi pemanasan.
Pukul 17.00 Wita, ketinggian air turun hingga sekitar satu meter, Padang Padang mulai menunjukkan performa terbaiknya. Melihat kondisi yang semakin sempurna, panitia memperpanjang durasi final putri dari rencana semula 45 menit menjadi 70 menit.
Final langsung dibuka dengan datangnya set ombak sekitar enam kaki. Keempat finalis tanpa ragu berbalik dan berkomitmen penuh, membuka salah satu final Women’s Local Trials paling seru sepanjang sejarah Rip Curl Cup Padang Padang.
Paris Nalendra menghilang sepenuhnya di balik tabir barrel sebelum akhirnya muncul mulus melalui doggy door, menghasilkan skor spektakuler 7,93. Beberapa saat setelahnya, Taina Izquierdo menjawab dengan penampilan yang tak kalah impresif, ia berhasil keluar dari barrel besar dengan sempurna dan mencatat skor 7,87.
Taina kemudian menambah skor melalui barrel bersih di ombak yang lebih kecil dengan nilai 4,50, sehingga mengumpulkan total dua ombak terbaik sebesar 12,37 yang memastikan dirinya menjadi juara.
Di belakangnya, Paris Nalendra dan Kailani Johnson terus bersaing memperebutkan satu tiket terakhir menuju Main Event. Meski Kailani sempat memimpin berkat skor pembuka yang tinggi, Paris berhasil menemukan skor pendukung yang dibutuhkan untuk unggul tipis hanya 0,43 poin dan memastikan dirinya lolos bersama Taina.
Usai kemenangan, Taina mengungkapkan rasa harunya. “Ini sangat berarti bagi saya. Teman-teman saya tahu betapa sering saya meragukan diri sendiri, terutama saat harus surfing di ombak di luar zona nyaman saya,” kata Taina.
“Target saya sebenarnya hanya satu, yaitu berhasil keluar dari satu barrel, dan saya berhasil melakukannya. Sekarang saya tahu saya mampu, dan saya sangat bangga pada diri sendiri. Kemenangan ini untuk teman-teman saya yang tidak pernah berhenti percaya kepada saya, dan juga untuk diri saya sendiri karena tetap berani mencoba meski saya merasa takut.”(djo)









