oleh

Perkuat Layanan Birokrasi Berbasis Digital, Ini Program Diskominfos Bali  

BADUNG NEWS SIBERINDO –

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali Gede Pramana menegaskan Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen kuat dan serius membangun sistem teknologi digital di berbagai bidang pelayanan pemerintahan untuk mempercepat pembangunan di Provinsi Bali.

 

Meski Pihaknya menyadari hal  tersebut tidak mudah, karrena akan menghadapi berbagai tantangan dan masalah. Antara lain, regulasi, politik, perilaku manusia, teknologi, dan sebagainya.

 

‘Untuk itu dukungan dan kerjasama dari seluruh stakeholders terutama dari Pemerintah Pusat, agar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik  Menuju Bali Smart Island dapat lebih cepat terwujud,’ ujarnya saat tampil sebagai salah seorang narasumber Workshop Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Hotel Mulia, Nusa Dua, Badung, Rabu, 20 Januari 2021.

 

Dijelaskan, hasil workshop Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini diharapkan akan memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang implementasinya adalah salah satu  upaya Pemprov Bali dalam mewujudkan Bali Smart Island. Dalam upaya pencapaian tersebut telah dikembangkan sejumlah  sistem elektronik  digitalisasi  dalam penyelenggaraan pemerintah seperti absensi digital (face detection) , E-office, Cek diri, Love Bali , integrasi SIMPEG serta lainnya. “Kami juga memberi layanan free wifi bagi desa adat, objek wisata dan puskesmas,” imbuhnya.

Baca Juga  Teco Ingatkan Pemain Bali United Mewaspadai Kebangkitan Arema FC

 

Workshop bertajuk The role of Honeynet in Elektronic Based Government System dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali Wayan Suarjana.

 

Dalam sambutannya, Sekda Bali yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali Wayan Suarjana menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Bali dan menyambut baik dilaksanakannya workshop Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tersebut,  yang diharapkan akan memperkuat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dimana implementasi SPBE membuat semua bekerja dengan cara-cara cerdas dengan  memanfaatkan berbagai teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet dalam rangka memberikan pelayanan publik yang cepat, murah, efektif, efisien dan tentunya handal.

Baca Juga  Program Pendidikan Gubernur Wayan Koster Diapresiasi Hadirkan Pembangunan Seolah Baru hingga Bantuan ke Siswa dan Mahasiswa Miskin

 

‘Kita semua  menyadari bahwa saat ini teknologi keamanan pada sistem-sistem elektronik sudah demikian canggihnya sehingga secara teknis sangat kecil kemungkinan terjadinya serangan siber terhadap sistem sistem tersebut dengan mudah. Kalaupun bisa ditembus, haruslah dilakukan oleh seorang ahli dengan menggunakan teknik-teknik canggih. Untuk itulah, menjadi hal yang wajar ketika saat ini arah serangan terlihat lebih banyak dialihkan dengan langsung menyerang faktor terlemah dari sebuah sistem elektronik, yaitu manusia sebagai pengguna sistem,’ ujarnya.

Baca Juga  Politeknik Internasional Bali Dampingi Desa Wisata Bongan Masuk Nominasi 20 Besar 2020

 

Dikatakan, manusia sebagai pengguna sistem eletronik tentunya memegang kunci penting dari berjalannya sebuah sistem elektronik dengan baik. Jika berhasil mengeksploitasi manusianya, maka sistem tercanggih apapun sudah dipastikan dapat dibobol.

 

Tidak ada peralatan keamanan yang mampu menghalangi Rekayasa Sosial ini kecuali tingginya security awareness dari kita semua.  “Kegiatan ini sangat penting dalam menjalankan  birokrasi secara cerdas,SPBE ini sangat sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali yang terangkum dalam Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kita komitmen  mengembangkan sistem tata kelola pemerintahan daerah yang efektif efisien, terbuka, transparan, akuntabel dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah, “ imbuhnya. *Edo

Komentar

News Feed