oleh

Virus Corona Renggut 131 Korban Meninggal Dunia di Denpasar

BALI, SIBERINDO.CO – Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar mencatat pada hari Jumat (22/1/2021) terjadi penambahan terkonfirmasi positif sebanyak 91 orang, sedangkan pasien sembuh 82 orang, dan 3 pasien meninggal dunia.

Dengan adanya penambahan pada hari ini, maka secara kumulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 6.563 kasus,  pasien sembuh 5.512 orang  (83,98%), meninggal dunia 131 orang (2%), dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 920 orang (14,2%).

Terkait pasien Covid-19 yang meninggal dunia hari ini, diketahui seorang laki-laki usia 71 tahun domisili di Desa Kesiman Petilan. Pasien dinyatakan positif pada 17 Januari 2021 dan meninggal dunia pada 22 Januari 2021.

Baca Juga  Di Denpasar Kasus Sembuh Bertambah 113 Orang, Positif Bertambah 60 Orang, 1 Meninggal Dunia

Untuk pasien kedua, laki-laki berusia 56 tahun domisili di Desa Sumerta Kauh. Pasien dinyatakan positif pada 4 Januari 2021 dan meninggal pada 22 Januari 2021. Sedangkan pasien ketiga diketahui seorang laki-laki usia 78 tahun, domisili di Kelurahan Panjer. Pasien dinyatakan positif pada 7 Januari 2021 dan meninggal dunia pada 22 Januari 2021.

“Kondisi peningkatan tren penularan ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai seperti dikutip perspectivesnews.com anggota siberindo.co pada Jumat (22/1/2021).

Ia minta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, karena titik-titik lengah telah menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat drastic. Tanpa disadari, kata dia, peningkatan ini jauh berbahaya dari rata-rata angka Covid-19 pada tahun 2020 lalu.

Baca Juga  Turunnya Tingkat Disiplin Masyarakat Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Dewa Rai mengatakan berbagai upaya  terus dilakukan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Karenanya bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius Satgas Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan dikoordinir camat.

Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan wilayah secara terpadu.

Dewa Rai juga minta masyarakat mengurangi mobilitas, hindari pulang kampung dan melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, hal ini mengingat tingkat hunian isolasi dan ICU yang terus meningkat berpengaruh kepada kesediaan ruang rawat.

Baca Juga  Terus Menurun, Persentase Kasus Aktif Covid-19 di Bali Sentuh 3,71%

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Satgas mengimbau masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Melihat perkembangan kasus ini Dewa Rai kembali mengingatkan agar semua pihak ikut berpartisipasi untuk mencegah penularan Covid-19 tidak semakin meluas.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan),” kata Dewa Rai. (hum)

Komentar

News Feed