oleh

Wagub Cok Ace: Birokrasi Kelas Dunia Butuh Pemimpin yang Mampu Beradaptasi

BALI – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), menyatakan bahwa birokrasi kelas dunia adalah tuntutan jaman sehingga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di level pemimpin yang mampu beradaptasi dengan lingkungan sehingga dapat bertahan dan keluar sebagai pemenang.

Hal tersebut disampaikannya di hadapan jajaran pejabat birokrasi yang telah menuntaskan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Kantor Gubernur Bali, Senin (20/9/2021).

Lebih jauh, Wagub Cok Ace menambahkan sejalan dengan tutuntan terwujudnya birokrasi berkelas dunia, sebuah organisasi tak lagi hanya merupakan wahana mekanistik. Organisasi, imbuh Cok Ace, tak ubahnya seperti organisme yang dituntut mampu beradaptasi dengan lingkungan mereka agar bisa bertahan hidup.

“Nah, agar mampu bertahan, organisasi membutuhkan SDM handal dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu dinamis,” ucapnya seperti dikutip perspectivesnews.com grup siberindo.co.

Guru Besar ISI Denpasar ini berpandangan, PKN Tingkat II menjadi sebuah titik krusial untuk menjawab seluruh tantangan tersebut. Terlebih, PKN Tingkat II yang dilaksanakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali secara khusus mengusung tema kepariwisataan yang sudah barang tentu sangat bermanfaat diimplementasikan di daerah asal peserta pelatihan.

Baca Juga  Denpasar Tempatkan Wakilnya di Semua Nomor Babak Semifinal Bulu Tangkis Porprov

Ia berharap, para peserta PKN mampu mengimplementasikan apa yang mereka peroleh selama pelatihan untuk merancang program strategis yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. PKN juga diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman serta senantiasa bergerak dinamis melakukan inovasi baru.

Pada kesempatan itu, Wagub Cok Ace secara khusus berpesan agar proyek perubahan yang dirancang peserta sebagai tugas akhir dalam PKN, tak berhenti karena pelatihan berakhir. “Saya berharap, proyek perubahan yang dirancang dalam pelaksanaan diklat relevan diterapkan dan benar-benar dibutuhkan di lingkungan kerja masing-masing sehingga didukung oleh pengambil kebijakan dan masyarakat luas,” urainya.

Baca Juga  Pemprov Bali Ajak Masyarakat Jadikan Nyepi Sebagai Momentum Sucikan Semesta

Sementara itu, Kepala BPSDM Bali, Gede Darmawa, melaporkan PKN Tingkat II Angkatan X Tahun 2021 telah dilaksanakan sejak tanggal 4 Juni 2021 lalu. PKN Tingkat II Angkatan X melibatkan 40 peserta yang berasal dari instansi dalam daerah seperti Pemprov Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Karangasem, Kejaksaan Tinggi Buleleng, KPU, dan Bawaslu Provinsi Bali.

Sementara peserta dari luar daerah berasal dari BPS Sulawesi Barat, Kejaksaan Tinggi Kaltim, Pemprov Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Utara, Kupang, dan Buton.

Baca Juga  Sidang Dewan Hakim Putuskan Enam Atlet Angkat Berat Kabupaten Badung Tidak Bisa Bertanding di Porprov Bali XVI/2019

Menyesuaikan dengan situasi pandemi, metode pembelajaran dilaksanakan secara blended learning yaitu perpaduan pembelajaran luring yang dilaksanakan di Kampus BPSDM Provinsi Bali dan juga secara daring. Dari hasil evaluasi, 40 peserta dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan sangat memuaskan.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN RI, Dr.Basseng, M.Ed, mengapresiasi komitmen yang ditunjukkan Pemprov Bali dalam upaya pengembangan kompetensi birokrat dalam dan luar daerah. Ia berharap sinergi dan kerja sama ini dapat terus ditingkatkan sehingga lebih banyak lagi diklat yang bisa dilaksanakan BPSDM Bali.   (ari)

Komentar

News Feed