SINGARAJA- Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mengklaim kunjungan ke Destinasi Tempat Wisata (DTW)nya mengalami penurunan drastis saat pandemi.
Wisatawan yang hendak berkunjung ke DTW TNBB disediakan booking online. Sehingga ketika mereka datang tidak rugi datang jauh-jauh namun kuota harian sudah penuh. Sementara itu terkait eksistensi hutan yang dilindungi seluas 19 ribu hektar lebih disebut Agus Krisna terjaga sangat baik.
Bahkan ratusan satwa langka yang habitatnya di TNBB, berkembangbiak dengan subur. Tak terkecuali burung curik Bali yang selama ini menjadi maskot andalan TNBB. Satwa langka yang pada tahun 2006 hanya ditemukan beberapa ekor saja di tamna nasional itu, di tahun 2020 lalu sudah mencapai 350 ekor.
Kegiatan konservasi dan menjaga kesuburan hutan tak hanya dilakukan polisi hutan dan Balai TNBB saja tetapi juga mendapat dukungan masyarakat desa penyangga TNBB. Penangkaran curik Bali selain dilakukan TNBB juga oleh kelompok-kelompok masyarakat juga melakukan pelepasliaran curik Bali ke alam liar.
“Satwa terjaga dengan baik, selain Curik Bali, menjangan juga populasinya ada 900 ekor kera hitam juga ratusan dan spesies burung lainnya berkembangbiak sangat bagus, karena tidka ada perambahan hutan dan kasus illegal loging juga kecil sekali,” ungkap Kepala Balai Agus Krisna. (*/cr8)











Komentar