oleh

Perusda Bali Jajaki Kerja Sama Penanggulangan Air Limbah Domestik di Jembrana

BALI – Kehadiran Perusda Provinsi Bali ke Jembrana dalam rangka melaksanakan sosialisasi kerja sama pengelohan air limbah domestik dengan desa adat se-Jembrana, mendapat dukungan dari Wabup Patriana Krisna.

Wabup Krisna mengapresiasi rencana kerja sama tersebut yang diungkapkannya saat menghadiri acara sosialisasi pengolahan air limbah domestik di sebuah resto, Jembrana, Minggu (18/4/2021).

Dikutip perspectivesnews.com grup siberindo.co, Wabup Patriana Krisna mengatakan, dengan adanya kerjasama Perusda Provinsi Bali dengan desa adat se Jembrana, ke depannya diharapkan bisa mengatasi masalah pencemaran air limbah domestik.

Baca Juga  Angka Komulatif Pasien Positif Covid-19 di Bali Capai 13.005 Orang, Sembuh 11.904, Meninggal 408

“Kita menyambut baik pembahasan kerjasama ini yang dapat memberikan kontribusi positif guna mengatasi permasalahan limbah sehingga tidak mencemari lingkungan,” ujar Wabup Ipat.

Selain itu, Wabup Ipat juga mengatakan rencana pengolahan air limbah sangat bagus karena sangat menguntungkan bagi lingkungan.

“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kerjasama ini. Selain menjaga lingkungan dari limbah cair, keuntungan lain yaitu kemudahan bagi masyarakat. Jadi harapan kami sesuai dengan pemaparan tadi agar segera terlaksana,” jelasnya.

Baca Juga  Wagub Bali Belasungkawa Atas Berpulangnya IB Made Sunartha

Dalam sosialisasinya itu, Kepala Unit Air Bersih Perusda Bali Ida Bagus Ketut Purbanegara mengatakan sebelumnya ia sudah sempat mengadakan sosialisasi bersama desa adat se Kecamatan Jembrana, Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya dan hari ini (Minggu, 18 April-red) ia kembali mengadakan sosialisasi bersama desa adat se Kecamatan Jembrana, Negara dan Melaya.

“Harapan kami, dengan sosialisasi air limbah domestik ini dapat memberi pemahaman kepada seluruh masyarakat Jembrana melalui bendesa adat,” ujarnya.

Baca Juga  Jering Nilai Tanggapan JPU Tak Sesuai Substansi dan Asal Jawab

Purbanegara juga menjelaskan mengenai kerjasama dengan desa adat, khusus untuk di Bali, desa adat memiliki kekuatan untuk mengkondisikan masyarakat di Bali dengan baik. Seperti contoh di Denpasar, tidak semua masyarakat adalah warga adat, tetapi mereka ada di wilayah atau bahasanya wewidangan desa adat. Jadi harapannya wilayah desa adat yang ada di Bali menjadi baik dan bersih dari limbah cair.  (adi/utu)

Komentar

News Feed