oleh

Banyak Pelaku Usaha Pariwisata Minta Sertifikasi CHSE

BADUNGNEWS SIBERINDO –

Tekad Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemen Parekraf) RI, untuk mempersiapkan dan memastikan seluruh usaha Pariwisata seperti Hotel dan Restaurant dapat beroperasi normal dengan menerapkan Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) yang disingkat CHSE, mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan pelaku usaha Pariwisata seluruh Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan ramainya pendaftaran sertifikasi CHSE yang masuk webb Kemenparekraf.

 

Demikian pengakuan yang disampaikan Project manager PT. Sucofindo (Persero), Chairul Kahar kepada Media ini saat ditemui di Denpasar Kamis 7 Januari 2021. Seperti diketahui, PT. Sucofindo (Persero) adalah perusahaan pihak ketiga yang bekerjasama dan mendapat kepercayaan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif RI untuk melakukan sertifikasi CHSE kepada pelaku usaha Pariwisata, Hotel dan restaurant seluruh Indonesia.

Baca Juga  Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra Dilantik sebagai Kapolda Bali, Ini Pesan Kapolri

 

‘Kami melihat di webb Kemenparekraf itu yang mendaftar sudah sekitar 10 ribu lebih. Sedangkan kita cuman diberi jatah 6.626. Nah, pelaku usaha itu banyak menelpon kami Sucofindo dan menanyakan kapan diaudit karena mereka sudah mendaftar. Tetapi kami tidak bisa lakukan karena kuotanya sudah habis. Sehingga kami berharap Kemenparekraf meneruskan program ini karena mendengar aspirasi dai para pelaku usaha yang memang antusias,’ ujarnya.

 

Sebelum berjumpa di Denpasar, Chairul Kahar turut mendampingi Meneteri Parekraf, Sandiaga Sollahudin Uno dan Direktur Pemasaran Regional 1

Baca Juga  Pemprov Bali sudah Lebih Dulu Punya Kebijakan Majukan UMKM

Indonesia ASEAN Australian dan Oceania Kemenparekraf RI, Vinsensius Jemadu memberikan sertifikat CHSE kepada 4 Hotel di Labuan Bajo. Hotel tersebut adalah Hotel Jayakarta, Hotel Pelataran Komodo, Hotel Ayana dan Hotel Iyana Labuan Bajo-Flores NTT.

 

Terkait survei yang dilakukan di NTT termasuk diantaranya adalah di Labuan Bajo, Chairul menjelaskan bahwa survey telah dilakukan pihak Sucofindo sejak awal November hingga pertengahan Desember 2020. ‘Kita diberi waktu oleh Kemenparekraf selama 1 bulan sampai dengan tanggal 16 Desember kita bisa menyelesaikan sekitar 6.626 pelaku usaha dari seluruh Indonesia di 34 Provinsi.  Alhamdullilah jadinya kita sudah bisa memenuhi permintaan dari Kemenparekraf agar seluruh pelaku usaha sudah bisa menerapkan protocol Covid-19 ini,’ ujarnya.

Baca Juga  Sambut KTT G-20 dan Asean Summit 2023, Labuan Bajo Terus Dibenahi

 

Di Labuan Bajo sendiri diakui hanya 4 hotel saja yang dilakukan survey dan telah mendapat sertifikat CHSE dan telah diberikan Langsung oleh Menteri Parekraf RI, Sandiaga Sillahudin Uno. “Pelaku usaha yang banyak itu di Kupang. Tetapi untuk NTT itu ada 30 Hotel dan 31 non hotel. Sepertinya memang di Labuan Bajo ada Hotel-Hotel besar untuk wilayah NTT. Ya, karena Kemenpar juga sudah mengingatkan kita agar destina super prioritas harus ditangani secara prioritas. Semoga ini akan diteruskan di tahun 2021untuk pelaku usaha yang belum mendapatkan,’ pungkas Chairul. *Bil

Komentar

News Feed