oleh

PBSI Bali Optimis Atletnya dapat Seeded di PON

BALI – Pengprov Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bali optimis pebulutangkisnya terutama di nomor tunggal putri mendapat seeded atau unggulan pada PON XX/2020 Papua, 2-15 Oktober 2021.

Sebab, meski sepanjang 2020 tidak ada turnamen karena pandemi Covid-19, namun beberapa kejuaraan level nasional seperti sirnas ataupun kejurnas yang diikuti pebulutangkis Bali sepanjang 2019, ada gelar diperoleh mereka.

“Untuk PON Papua nanti seeded yang digunakan adalah hasil ranking nasional yang diperoleh pada kejuaraan tahun 2019. Nah, saat sirnas tahun 2019 Made Pranita Sulistya Devi berhasil meraih gelar,” ucap Ketua PBSI Bali I Wayan Winurjaya, Selasa (14/9/2021).

Baca Juga  Jabatan Ketua Umum Perkemi Bali Diserahterimakan

Ditemui di sela-sela simulasi pebulutangkis PON Bali di GOR Anugerah Denpasar, Winurjaya menjelaskan, mengenai ranking nasional itu telah dibahas oleh PP PBSI bersama Ketua Pengprov PBSI se-Indonesia belum lama ini.

“Soal ranking ini sudah kami bahas dalam rapat Dewan Pengawas. Ini sangat urgent karena sebagai dasar penentuan seeded di PON nanti,” tegas Winurjaya seperti dikutip perspectivesnews.com grup siberindo.co.

Lantas bagaimana penentuan seeded di PON mendatang? Kata Winurjaya, informasi awalnya jika ranking nasional di tahun 2019 yang akan digunakan sebagai acuan seeded. “Maka dari itu, tanggal 16 September lusa (besok) ada rapat dengan PB PON. Kami harap semuanya mengenai ranking bisa dipublish,” tegas Winurjaya.

Baca Juga  Turunkan Pemain Inti, Timnas Kalah Tipis dari Kashima Antlers

Lanjutnya, jika merujuk dari ranking nasional di tahun 2019 itu ada beberapa nama pebulutangkis Bali yang masuk atau minimal menempati posisi 8 besar per kategori. Seperti nama Ade Pranita Sulistya Devi (putri), Komang Ayu Cahya Dewi (putri) Komang Tri Adnyana (putra) dan Ayu Gary Luna Maharani (putri). “Tapi khusus Ayu Gary, dia spesialis ganda, yang lainnya di tunggal,” imbuhnya.

Baca Juga  PHRI BPC Gianyar Sukses Ukir Sejarah Baru Sport Tourism Melalui Gelaran "Ubud Run Day 2025"

Diluar ranking nasional itu, disinggung mengenai simulasi yang dilakukan sudah berjalan baik. Dari pantauan, seluruh atlet bermain dengan serius meskipun bertanding dengan teman sendiri.

“Simulasi ini terjadi karena kami tidak bisa melakukan ujicoba baik try out maupun try in, sehingga sparing antar rekan jadi solusinya. Tidak apa, tapi pelatih sudah menekankan agar anak-anak serius dalam menjalani simulasi ini,” beber Winurjaya.

Setelah simulasi ini, pelatih bertugas mengevaluasi penampilan sehingga sisa waktu dua minggu menjelang PON ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan peforma. (zil)

Komentar

News Feed