Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait penurunan capaian dalam Porjar Bali 2026. Termasuk mengevaluasi atlet, pelatih, maupun masing-masing cabang olahraga (cabor).
Hingga Porjar Bali 2026 ditutup, Kontingen Klungkung harus puas dengan perolehan 54 medali emas, 79 perak, dan 134 perunggu. Hasil ini menurun dibanding tahun lalu dengan raihan 64 emas, 85 perak, dan 127 perunggu.
“Memang ada yang memenuhi dan tidak. Ini menjadi catatan kami. Salah satunya banyaknya atlet dari kelas XII yang pada Porjar kabupaten ikut, tapi tidak bisa di Porjar tingkat provinsi. Ini nantinya yang juga akan kami evaluasi,” papar Sujana.
Perolehan medali terbanyak pada Porjar Bali 2026 dipimpin oleh Kota Denpasar dengan 345 emas, disusul Badung (268), Buleleng (152), Gianyar (112), Tabanan (61). Kemudian Klungkung (54), Jembrana (36), Karangasem (31), dan juru kunci Bangli (23).
Pada Porjar Bali 2025, Klungkung meraih posisi ke-5 di bawah Denpasar, Badung, Buleleng, dan Gianyar. Sujana mengakui penurunan perolehan emas tahun ini disebabkan oleh sejumlah cabor unggulan yang tak mencapai target.
Misalkan cabor Karate yang ditargetkan mendapat 9 emas, tetapi hanya terealisasi 3 emas. Demikian pula cabor pencak silat yang hanya meraih 1 emas dari 8 emas yang ditargetkan.
“Memang ada yang memenuhi dan tidak. Ini menjadi catatan kami. Salah satunya banyaknya atlet dari kelas XII yang pada Porjar kabupaten ikut, tapi tidak bisa di Porjar tingkat provinsi. Ini nantinya yang juga akan kami evaluasi,” papar Sujana.
Perolehan medali terbanyak pada Porjar Bali 2026 dipimpin oleh Kota Denpasar dengan 345 emas, disusul Badung (268), Buleleng (152), Gianyar (112), Tabanan (61). Kemudian Klungkung (54), Jembrana (36), Karangasem (31), dan juru kunci Bangli (23).










