oleh

Turun Posisi di Porjar Bali 2026, Klungkung Evaluasi Total Atlet-Pelatih

Kabupaten Klungkung gagal mempertahankan posisi sebagai peringkat ke-5 pada Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali 2026. Alih-alih mencapai target ke posisi 4, kontingen Klungkung malah turun ke posisi 6.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait penurunan capaian dalam Porjar Bali 2026. Termasuk mengevaluasi atlet, pelatih, maupun masing-masing cabang olahraga (cabor).

Ini memang sangat terlihat pada sejumlah cabor utama seperti atletik yang tidak mencapai target. Atletik tahun lalu kami dapat 11 emas. Sekarang kami target 12 emas, tapi dapatnya lima emas,” kata Kepala Disdikpora Klungkung I Ketut Sujana saat dihubungi detikBali, Minggu (13/6/2026).
Baca Juga  Utamakan Aksi Sosial, SMSI Bali Peringati HPN 2021 Tanpa Seremonial

Hingga Porjar Bali 2026 ditutup, Kontingen Klungkung harus puas dengan perolehan 54 medali emas, 79 perak, dan 134 perunggu. Hasil ini menurun dibanding tahun lalu dengan raihan 64 emas, 85 perak, dan 127 perunggu.

Kendati demikian, beberapa cabor juga tampil memuaskan seperti wushu. Sujana menerangkan wushu meraih 10 medali dari target 10 emas.

“Memang ada yang memenuhi dan tidak. Ini menjadi catatan kami. Salah satunya banyaknya atlet dari kelas XII yang pada Porjar kabupaten ikut, tapi tidak bisa di Porjar tingkat provinsi. Ini nantinya yang juga akan kami evaluasi,” papar Sujana.

Baca Juga  Drive Pebisnis Pemula, PSI Gandeng Founder 'Cek Keuanganku'

Perolehan medali terbanyak pada Porjar Bali 2026 dipimpin oleh Kota Denpasar dengan 345 emas, disusul Badung (268), Buleleng (152), Gianyar (112), Tabanan (61). Kemudian Klungkung (54), Jembrana (36), Karangasem (31), dan juru kunci Bangli (23).

Pada Porjar Bali 2025, Klungkung meraih posisi ke-5 di bawah Denpasar, Badung, Buleleng, dan Gianyar. Sujana mengakui penurunan perolehan emas tahun ini disebabkan oleh sejumlah cabor unggulan yang tak mencapai target.

Misalkan cabor Karate yang ditargetkan mendapat 9 emas, tetapi hanya terealisasi 3 emas. Demikian pula cabor pencak silat yang hanya meraih 1 emas dari 8 emas yang ditargetkan.

Kendati demikian, beberapa cabor juga tampil memuaskan seperti wushu. Sujana menerangkan wushu meraih 10 medali dari target 10 emas.
Baca Juga  Wagub Bali Apresiasi Pemberian Kompensasi Korban Terorisme

“Memang ada yang memenuhi dan tidak. Ini menjadi catatan kami. Salah satunya banyaknya atlet dari kelas XII yang pada Porjar kabupaten ikut, tapi tidak bisa di Porjar tingkat provinsi. Ini nantinya yang juga akan kami evaluasi,” papar Sujana.

Perolehan medali terbanyak pada Porjar Bali 2026 dipimpin oleh Kota Denpasar dengan 345 emas, disusul Badung (268), Buleleng (152), Gianyar (112), Tabanan (61). Kemudian Klungkung (54), Jembrana (36), Karangasem (31), dan juru kunci Bangli (23).

News Feed