BALI – Setelah istirahat sehari di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Tim Women’s Cycling Community (WCC) Bali kembali mengaspal sejauh 98 km menuju Situbondo.
Dengan dikawal Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari dan beberapa cyclist, tim WCC Bali (Trilara Prasetya Rina, Widi Kasih, Mahayanthi, Aurea Gita, Agung Ocha, dan Riris Sihite) dilepas dari Pendopo Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/11/2020) pagi.
Turut mendampingi tim ofisial yang terdiri dari Macarius Hery, Christien Kantiana, Putri Aryantika, dan Putri Aryantikan. Sebagai bentuk apresiasi terhadap enam perempuan tangguh yang mengkampanyekan “1000 Km Bali Pulih” ini, Bupati Probolinggo pun ikut “mancal” sepedanya sejauh 30 km.
Enam Srikandi Bali ini mulai mengaspal dari Jakarta pada Minggu (1/11/2020) pagi, dan telah menempuh rute sejauh ratusan km yang dijadwalkan tiba di Kota Denpasar, Sabtu (14/11/2020) sore. Tim WCC ini sempat singgah di beberapa kota (dari belasan kota besar di Indonesia) mulai dari Jakarta, Bandung, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang,Tuban, Surabaya, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, dan finis di Kota Denpasar.
Disitat perspectivesnews.com anggota siberindo.co, perjalanan dari Probolinggo ke Situbondo (98 km) ditempuh dalam waktu sekitar 7 jam, dengan kecepatan rata-rata 25-30 km/jam. Bahkan mereka sempat meluangkan waktu sekitar 2 jam untuk istirahat sejenak saat mampir di Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan.
“Medan jalan relatif nyaman dan kontur tanahnya flat, kemudian menanjak sedikit ke daerah Paiton. Kami juga sempat berhenti di salah satu rumah keluarga dari member WCC Bali Hanim Roifah,” ujar Lara, didampingi Christien.
Dijadwalkan Jumat (13/11/2020) pagi mereka bertolak dari Situbondo untuk kembali mengaspal sejauh 92 km menuju Ketapang, Banyuwangi. Keesokan harinya, Sabtu (14/11/2020), setelah menyeberang ke Bali, tim WCC Bali ini bakal menyelesaikan etape terakhir sejauh 132 km untuk sampai di garis finis di Kota Denpasar. (red)











Komentar