oleh

Winurjaya Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum PBSI Bali 2023-2027

DENPASAR – I Wayan Winurjaya akhirnya terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov PBSI Bali kedua kalinya periode 2023-2027. Ketua Umum (Ketum) incumbent itu maju dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Bali dengan agenda utama pemilihan ketum yang digelar di Hotel Neo Denpasar, Minggu (9/4/2023).

Dalam Musprov yang dibuka Wakil Ketua II KONI Bali, Maryoto Subekti dan hadir Kabid Organisasi PP PBSI Topan serta sembilan pemilik suara atau voter dari PBSI Kabupaten/Kota seluruh Bali, Winurjaya bertekad akan terus berjuang untuk merubah sistem pertandingan dan pembagian wilayah pada Pra-PON Agutus mendatang rencananya di Yogyakarta.

“Saya akan konsisten memperjuangkan agar sistem pertandingan beregu akan menentukan perorangan dan pembagian wilayah yang kesannya kurang fair bisa dirubah. Kalau batas usia bagi atlet bulutangkis maksimal 21 tahun boleh turun di Pra-PON nanti ya sudahlah kami ikuti saja karena kami juga sudah membenuk tim Pra-PON,” tutur Winurjaya usai Musprov.

Lantas kenapa masih berjuang dengan dua faktor yakni sistem pertandingan dan pembagian wilayah? Winurjaya mengutarakan jika ada alasan-alasan tersendiri.

Baca Juga  Bali United Optimistis Raih Poin Tiga saat Menjamu PSBS Biak

“Alasan pertama kalau soal sistem pertandingan dirinya bertanya yakni darimana dasar nomor beregu akan menentukan perorangan? Tidak ada aturan seperti itu karena nomor beregu dan perorangan terpisah. Ini kok malah nomor beregu menentukan nomor perorangan. Kalau soal pembagian wilayah harusnya dibagi tiap wilayah ada seeded satu-satu. Saya berpikir kok seeded provinsi kuat banyak di wilayah Bali. Terus kenapa tidak ada rapat membahas soal kedua aturan itu. Tahu-tahu keluar aturan soal sistim dan pembagian wilayah tanpa ada undian atau pembicaraan apapun dengan Pengprov PBSI seluruh Indonesia,” tegas Winurjaya.

Baca Juga  Kunjungi Lapangan Tenis Bali Beach Country Club, Menpora Optimis Bisa Tingkatkan Prestasi Petenis Indonesia

Perjuangan itu tetap terus akan dijalankan apalagi menurut Binpres KONI Pusat yang diajak Winurjaya koordinasi dan konsultasi soal sistim pertandingan dan pembagian wilayah masih bisa dirubah karena masih ada 4 bulan waktu menjelang Pra-PON.

“Binpres KONI Pusat diminta bersurat saja ke KONI Bali untuk selanjutnya surat diperkuat KONI Bali dikirim ke KONI Pusat. Dan kebetulan ada Pak Maryoto Wakil Ketua II KONI Bali dan saya sampaikan saja dulu secara lisan selanjutnya secara tertulis,” tutup Winurjaya. (djo)

News Feed