DENPASAR-Pemkot Denpasar melakukan penjajakan dengan PT Indonesian Power untuk penanganan sampah yang kerap membelit Kota Denpasar.
Ke depannya pengelolaan sampah dilakukan oleh pihak desa dan kelurahan dengan cara dicacah terlebih dahulu kemudian diubah menjadi pelet. Hasil pelet akan dikumpulkan terlebih dahulu dalam sebuah gudang yang kemudian diserahkan ke pihak Indonesia Power untuk dibeli dan dimanfaatkan jadi listrik.
“Dengan adanya pengelolaan sampah yang sistematis maka permasalahan sampah di Kota Denpasar dapat teratasi mulai dari hulu sehingga sampah yang terbuang ke TPA akan semakin berkurang. Selain itu, adanya mesin pencacah dan pelet akan meningkatkan nilai ekonomi di setiap desa. BUMDes selaku pihak pengelola mesin akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan pelet ke pihak PT Indonesia Power,” ujar Jaya Negara.
Sementara GM Indonesian Power, Flavianus Erwin Putranto mendukung kerjasama pengelolaan sampah dari Pemkot Denpasar. Erwin Putranto mengatakan akan membentuk tim khusus untuk melakukan penelitian dan menghitung secara rinci mengenai harga jual hasil pelet dan syarat-syarat teknis lainnya. Indonesia Power mengolah pelet menjadi listrik di PLTU Jeranjang Lombok, NTB.
“Kami menyambut baik kerjasama dari Pemkot Denpasar. Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang harus kita selesaikan bersama. Untuk itu kami akan membentuk tim khusus untuk melakukan kajian,” kata Erwin Putranto.
Menurut Erwin, permasalahan yang muncul dari pembelian pelet adalah volume produksi yang masih minim. Jadi biaya kirim pelet ke PLTU Jeranjang Lombok menghabiskan biaya cukup besar. Upaya Pemkot Denpasar untuk mendirikan sebuah gudang sebagai tempat pengumpulan pelet dari setiap desa merupakan solusi yang tepat. “Kami siap bekerjasama dalam penanganan sampah ini,” tandasnya. (*/cr8)











Komentar