oleh

Ricky Subagja dan Luluk Hadiyanto Berikan Coaching Clinic di Kejuaraan Bulutangkis Sirnas B

DENPASAR – Legenda bulutangkis dunia Ricky Subagja bersama Luluk Hadiyanto memberikan coaching clinic kepada sejumlah pebulutangkis muda peserta Sirkuit Nasional (Sirnas) B, di GOR Liga Bali, Senin (8/5/2023).

Ricky Subagja yang prestasinya bersama Rexy Mainaky meraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996, juara All England 1995 dan 1996, serta berbagai kejuaraan level dunia lainnya, memberikan motivasi kepada peserta Sirnas B, yang datang dari penjuru Tanah Air agar tekun berlatih.

“Kalian ingin menjadi juara dunia…? Maka jawabnya kalian harus rajin, tekun berlatih. Tanpa giat berlatih maka keinginan menjadi juara dunia tidak akan pernah tercapai,” ujar Ricky Subagja memberikan motivasi dan semangat agar mereka tidak bosan berlatih.

Baca Juga  Bali United Gagal Lagi Raih Poin Penuh setelah Ditundukkan Barito Putera 1-2

Ricky pun memberikan sedikit teknik bermain bulutangkis, seperti bagaimana melakukan servis yang benar, cara memukul bola, dan teknik dasar bermain bulutangkis lainnya.

Begitu pula yang diberikan Luluk Hadiyanto dalam coaching clinic itu. Ia memberikan teknik bagaimana memukul bola agar tidak mudah ditebak lawan. Luluk juga memberikan teknik bagaimana melakukan smes, dropshot, maupun netting.

“Intinya raket tidak boleh di bawah, harus selalu di atas, dan langkah kaki harus cepat sementara posisi tangan saat memukul bola awalannya tetap sama apakah itu smes, dropshot maupun lob,” ujar Luluk.

Baca Juga  Bali United Berbagi Angka dengan Madura United di Pekan Ke-31 Liga 1 2022/2023

Sirnas B dihelat mulai 8 hingga 13 Mei 2023 di dua GOR bulutangkis, yakni GOR Liga Bali dan GOR Bulutangkis Udayana Denpasar. Sirnas  diikuti 743 pebulutangkis putra dan putri dari seluruh Indonesia, dibuka Ketua Umum Pengprov PBSI Bali, I Wayan Winurjaya.

Usai pembukaan Winurjaya didampingi Ketua Panitia Candra Kusuma dan Sekretaris Panitia IGB Arya Candra “Tu Gus” Palasara  mengutarakan jika ajang Sirnas sendiri secara umum terakhir digelar di Bali pada tahun 2018 dan tahun 2023 ini baru kembali dihelat di Bali.

“Ini jelas luar biasa karena pesertanya dari seluruh Indonesia dan total peserta mencapai 743. Sebuah antusias tinggi pebulutangkis muda mengikuti event di Bali ini,” tutur Winurjaya diamini Candra Kusuma.

Baca Juga  Muzani: Prabowo Akan Lanjutkan Program Kerakyatan untuk Bantu Wong Cilik

Bagi Bali, lanjut ketua umum terpilih PBSI Bali kedua kalinya pada Musprov beberapa waktu lalu itu, Sirnas B ini bisa menjadi ajang evaluasi bagi para pebulutangkis muda sendiri, para pelatihnya baik di Pengkab/Pengkot PBSI di seluruh Bali serta orang tua pebulutangkis dalam melihat perkembangan dan progress latihannya setelah mengikuti Sirnas tahun 2018.

“Artinya jika pebulutangkis Bali ada yang kalah di pertandingan pertama maka pelatih bisa melakukan pembenahan apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan pebulutangkisnya untuk bisa lebih bagus lagi di Sirnas selanjutnya,” tegas Winurjaya. (*)

News Feed