oleh

Parah, Kerusakan Ruang Kelas Siswa SD di Karangasem

Ruang Kelas SDN 2 Padangbai rusak parah akibat termakan usia


KARANGASEM, Balifactualnews.com – Sektor pendidikan di Karangasem selama 4,5 tahun terakhir benar-benar mengalami kemunduran. Ini terlihat dari fasilitas ruang belajar siswa, khususnya tingkat sekolah dasas (SD) mengalami kerusakan. Dari data yang dimiliki Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, sampai saat ini tercatat ada 2.200 ruang kelas SD di kabupaten ujung timur Bali itu, hampir 15 persen kondisinya mengalami kerusakan merusakan cukup parah.

Baca Juga  Kabar Gembira !!! Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali, Pasien Sembuh 11.026 Orang

“Ada ruang yang atapnya bocor, plafon jebol, tembok retak dan pecah, serta kerangka bangunan keropos. Persentase kerusakannya sangat bervariasi,” ungkap Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, Jumat (6/11/20).

Dijelaskan, ruang kelas yang rusak itu tersebar di beberapa kecamatan. Terbanyak ada di Kecamatan Abang dan Kubu, disusul Kecamatan Selat, Bebandem, Manggis, Sidemen dan Kecamatan Karangasem.

Baca Juga  Perisai Prabowo Gandeng SPKS Wujudkan Kesejahteraan Petani Sawit Melalui Kemitraan Strategis

Gusti Ngurah Kartika merinci, ruang kelas (SD) yang rusak sedang sebanyak 153 ruangan. Sedangkaan ruang yang rusak berat 161 unit. Sisanya sebagian besar masih layak digunakan.

“Kerusakan ruang kelas disebabkan usia bangunan sudah tua. Rata – rata usia bangunan SD dibangun zaman orde baru. Sepintas dilihat dari luar tampak bangunan terlihat bagus. Padahal kondisinya sudah rusak parah,” ungkapnya, seraya menambahkan, beberapa ruang kelas yang rusak akibat gempa lombok beberapa tahun lalu.

Baca Juga  Ingat!, 28 dan 29 November 2025, ‘Whisky Live & Fine Spirits Macau Dijamin Lebih Meriah dan Bergengsi

Diakui, banyaknya ruang kelas yang rusak berdampak pada proses belajar mengajar. Sebagian siswa ada yang ajar di luar ruang kelas karena khawatir bangunannya jebol.

“Tahun ini (2020) ruang kelas yang diperbaiki jumlahnya masih sedikit karena sebagian anggaran dialokasikan untuk COVID-19,” terangnya. (ger/tio/bfn)

Komentar

News Feed