oleh

UKT Virtual di Dojo GRISSA Denpasar Diikuti 11 Karateka

DENPASAR – Sebanyak 11 karateka dari perguruan Inkanas mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diselenggarakan Dojo GRISSA (SMP PGRI) 1 Denpasar secara virtual. Gelaran ini tak lepas dari dukungan dan izin Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Inkanas Bali, Sensei I Nyoman Soma.

“Sebenarnya di Dojo GRISSA itu ada 60 karateka. Tapi yang siap dan bersedia ikut UKT hanya 11 atlet. Ini juga atas seizin dari orang tua atlet, karena ini dojo sifatnya adalah murid yang ikut ekstra karate di SMP PGRI 1 Denpasar,” terang pembina dan pelatih karate Dojo GRISSA, Senpei Pande Gede Sutarsa, Selasa (6/10/2020).

Dikutip perspectivesnews.com, anggota grup siberindo.co, Pande Gede Sutarsa yang juga guru PPKN SMP PGRI 1 Denpasar itu mengatakan, untuk ujian kenaikan tingkat setiap peserta diwajibkan mengirimkan video. Ini juga sebagai program semester siswa yang ikut ekstra kurikuler karate. “Ini memang UKT pertama secara virtual. Semua itu menyikapi situasi yang ada. Tidak memaksakan UKT secara langsung, makanya diambil solusi UKT via virtual,” tegas Pande Gede Sutarsa.

Pria yang juga Bendahara Inkanas Bali itu menyebutkan, untuk dojo-dojo yang lain yang ada di Denpasat diakui akan menyusul menggelar UKT. Semua itu tentu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pembinanya.

Baca Juga  Terkait Dugaan Perselingkuhan Dokter dan Perawat, Ini Jawaban Pihak Rumah Sakit

Bagi Pande Sutarsa, UKT secara virtual juga turut mendukung pengendalian Covid-19. Mengingat, tidak mungkin dipaksakan UKT secara langsung dalam situasi seperti itu. Sehingga setiap peserta bisa mengirimkan video dari rumahnya masing-masing. “Saya bersyukur, UKT virtual bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” tandas Pande Sutarsa.

Tak hanya UKT virtual, agar komunikasi tetap terjalin pihaknya juga sempat menggelar joging bersama. Joging sebagai upaya melepas proses belajar dari rumah yang selama ini dijalani 6 bulan lebih. Hanya saja joging tetap mengedepankan protokol kesehatan secara ketat. Ini juga atas seizin orang tua anak yang ikut ekstra karate.

Baca Juga  Pelaku Perampokan SPBU di Tol Bali Mandara Dibekuk, Polisi Sita Pistol Mainan

“Kami tidak ingin vakum dalam situasi Covid-19, justru saya ingin terus meningkatkan imun tubuh anak-anak, dengan gaya hidup sehat dan rajin berolahraga,” tandas Pande Sutarsa.

Ia mengatakan, karateka dari Dojo GRISSA dalam situasi normal selalu aktif ikut Porjar, Walikota Cup, Kejurda Inkanas Bali, Piala Kapolda Bali, dan event tahunan lainnya. “Kami konsisten melahirkan atlet dari kalangan siswa,” pungkas Pande Sutarsa.(zil/perspectivesnews.com)

Komentar

News Feed