BALI – Pengemudi angkutan sampah di Buleleng, Bali, Gusti LK yang meninggal karena positif Covid-19, kini menjadi polemik para aparat Desa Sawan, Kabupaten Buleleng. Masalahnya, hasil tes usap (swab test) dari rumah sakit baru turun setelah almarhum dikubur di Setra Adat Sawan tanpa protokol kesehatan.
Awalnya, para warga tidak menyangka meninggalnya Gusti LK lantaran Covid-19. Masyarakat yang ikut melayat tidak curiga sedikitpun karena saat Gusti LK masuk rumah sakit, dengan keluhan biasa.
Hingga almarhum meninggal dunia, suasana nomal saja sehingga warga yang mengikuti prosesi pemakaman di bawah hujan deras tampak ramai. Namun demikian, keadaan menjadi resah setelah pihak berwenang mengirim hasil swab melalui Puskesmas Sawan II kepada pihak keluarga.
Menurut Kepala Desa Sawan Nyoman Wira, keresahan warga memuncak ketika dua orang staf kades yang bertugas sebagai bendahara dan tiga orang pegawai kebersihan dinyatakan positif Covid-19. Kelima warga yang dinyatakan positif Covid-19 sudah diisolasi di sebuah hotel di Denpasar hingga 14 hari ke depan.
Petugas Puskesmas Sawan II Kabupaten Buleleng, seperti dikutip perspectivesnews.com anggota siberindo.co, terus memburu warga yang diduga pernah kontak langsung dengan almarhum Gusti LK. Terhadap warga yang sudah didata untuk menjalani swab, ternyata tidak semua yang mau datang ke Rumah Sakit Giri Emas bahkan lantaran tidak ada pengawalaan petugas, ada yang diduga kabur di tengah jalan karena takut di swab.
Ironisnya, petugas Puskesmas Gusti Ayu Dewi Naroswari yang terjun langsung ke lapangan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pengakuan jujur dari masyarakat sehingga terus menimbulkan teka teki di di kalangan petugas termasuk Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 tingkat desa.
Walau demikian, Kepala Puskesmas Sawan II dr. Gusti Bagus Adika, pihaknya tidak boleh putus asa dan harus tetap berusaha melakukan tracing guna mendapatkan data valid bagi warga yang pernah kontak erat atau hubungan langsung dengan almarhum Gusti LK. Dan pihak pemerintahan Desa Sawan seperti dijelaskan Kepala Desa Sawan Nyoman Wira, merasa khawatir dengan kondisi desa yang dipimpinnya. (dea)











Komentar