oleh

Budidaya Lele Bioflok Peluang Menjanjikan

Denpasar (Atnews) – Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Denpasar AA Gde Bayu Brahmasta mengembangkan budidaya Lele Bioflok di Agro Learning Center (ALC) Denpasar, Selasa (3/11).

Budidaya Lele Bioflok cocok dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk perkotaan, lahan sempit dan sedikit air.

Oleh karena budidaya lele dengan menggunakan teknologi bioflok tersebut telah terbukti mendorong peningkatan produksi ikan lele.

Upaya itu dalam wujud dari keselarasan pembangunan perikanan budidaya dengan tiga pilar pembangunan yaitu meningkatkan kedaulatan dalam arti kemandirian pembudidaya, mendukung keberlanjutan dalam hal usaha budidaya dan lingkungan serta mampu meningkatkan kesejahteraan pembudidaya.

Baca Juga  Saat Libur Nataru, Bali Diserbu 366.666 Turis Domestik

Untuk itu, Bioflok ALC dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda Kota Denpasar khususnya.

Saat ini Denpasar telah memiliki lima Bioflok dibawah Unit Pelayanandan dan Pengembangan (UPP) Bandana Mina Tirta.

“Langkah ini dapat diterapkan dalam mendukung urban farming,” kata Bayu Brahmasta didampilingi Ketua UPP Bandana Mina Tirta Denpasar I Ketut Sugiata.

Sementara itu, Founder ALC I Nyoman Baskara mengatakan, sumbangan prasarana budidaya Lela tersebut, akan menjadi tambahan materi diklat bagi warga, khususnya anak muda yang hendak menekuni dunia agribisnis di Denpasar.

Baca Juga  Sugawa Korry: UU Cipta Kerja Upaya Pemerintah Mengatasi Kebuntuan Investasi di Indonesia

Mengingat peluang usaha budidaya Lele di Bali menjanjikan. Terlebih lebih pada musim pandemi tidak ada lagi pasokan dari Jawa.

“Tentu di masa yang akan datang, peluang ini harus dikelola dengan optimal, dengan suatu sistem,” ujarnya.

Pembudidaya, mesti terhimpun dalam suatu lembaga komunikasi/koordinasi serupa asosiasi, guna mensinkronkan antara suply dan demand.

Baca Juga  Tim Kerja SWI Bali Masifkan Sosialisasi Pencegahan Investasi Ilegal

Mestinya ada divisi/bagian dari usaha, mulai dari usaha pembibibitan, budidaya, pasca panen, pemasaran, suplier saprodi lain.

ALC konsisten dalam posisi pengintegrasi stakeholder, selain mendorong lahirnya pebisnis handal/agripreneur

Agenda semacam busines gathering dan agripreneur workshop akan terus diupayakan, menghadirkan tokoh/ahli di bidangnya

Kerjasama lintas sektor akan terus digalang untuk memperkuat pergerakan menuju pembangunan SDM bermental wirausaha mandiri. (AT)

Komentar

News Feed