BALI – Ratusan masyarakat menggelar aksi demo terkait ucapan anggota DPD RI Arya Wedakarna atau AWK yang dianggap melecehkan simbol umat Hindu di Bali khususnya Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.
Untuk mengantisipasi munculnya gangguan selama jalannya aksi oleh masyarakat yang menamakan diri Forkom Taksu Bali ini, sekitar 900 aparat gabungan dari Polri dan TNI dikerahkan.
“Kita tidak boleh under estimate dan harus melihat segala aspek keamanan. Oleh karena itu pengamanan kita lakukan secara maksimal,” kata Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Djoko Prihadi, Selasa (3/11/2020) di lapangan Renon, Denpasar.
Karo Ops menerangkan, personel yang terlibat pengamaman berasal dari TNI, Polda Bali, Brimob Polda Bali, Polresta Denpasar, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Disinggung upaya untuk meredam agar peserta aksi tidak melakukan tindakan anarkis, Kombes Prihadi menyatakan pihaknya telah melakukan pendekatan serta imbauan agar bersama-sama menjaga situasi keamanan Pulau Bali.
“Saya yakin para peserta bisa menjaga keamanan, apalagi sekarang Bali telah mulai menggeliat aktivitas pariwisatanya, jadi mereka pastinya juga tidak mau Bali ini menjadi tidak kondusif,” tuturnya, seperti dikutip beritabalionline.com anggota grup siberindo.co.
Ditambahkan pula selain pengamanan, personel polisi wanita yang juga turut dilibatkan nantinya akan membagikan masker kepada peserta aksi. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
“Nanti Polwan akan memberi masker, hand sanitizer kita siapkan juga, serta imbauan-imbauan terkait protokol kesehatan,” tegas Kombes Djoko Prihadi. (agw)











Komentar