oleh

Massa Gabungan Gelar Aksi Protes Pernyataan Senator AWK

BALI – Aksi demo terkait ucapan Anggota DPD RI, Arya Wedakarna (AWK) tentang seks bebas dan juga Bethara yang disebut mahluk suci, kembali dilakukan oleh massa dari 44 elemen yang tergabung ke dalam Forkom Taksu Bali.

Gabungan elemen masyarakat dari sembilan kabupaten/kota itu diantaranya, Sandhi Murti, Siwa Murti, Pesemetonan Arya Kenceng, Yayasan Bali Dwipa, Semeton Nusa Penida dan yang lainnya.

Dari pantauan di lapangan, sebelum melakukan aksi, ribuan massa ini terlebih dahulu berkumpul di Parkir Timur Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Selasa (3/11) siang. Dengan berpakaian adat madya sembari membentangkan pamflet, massa kemudian bergerak melakukan long march ke arah selatan dan berbelok ke barat melintas di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (MPRB).

Baca Juga  Terjerat Sabu dan Senpi, Warga Negara Prancis jadi Pesakitan di PN Denpasar

Setibanya di perempatan BPD Bali, massa berbelok menuju ke utara ke arah kantor DPRD Bali, dan berbelok ke timur melintasi Kantor Gubernur Bali. Setelah tiba di ujung timur Kantor Gubernur, massa berbelok ke utara menuju Kantor DPD RI Perwakilan Bali di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar.

Dengan diringi beleganjur, depan kantor inipun massa mulai beraksi. Di mana pada intinya, massa meminta agar AWK diturunkan dari anggota DPD RI, karena telah banyak mengeluarkan statement kontroversial yang menyebabkan kegaduhan, dan dinilai menyebabkan hati masyarakat Bali terluka.

Baca Juga  Penyandang Disabilitas Perlu Diberi Kesempatan dan Ruang Berkreativitas

Ida Sulinggih Sila Angi dari Forkom Taksu Bali dalam orasinya menyampaikan, aksi yang dilakukan ini adalah aksi damai. Sebab masyarakat Bali, kata dia, sangat cinta damai. Namun karena ucapan AWK terlalu banyak kontroversial, diantaranya tentang memperbolehkan sek bebas asal pakai kondom, Bethara Giri Toh Langkir, Dalem Ped, dan Ratu Niang adalah bukan Bethara, sehingga memicu kekisruhan.

Baca Juga  Togar Situmorang Somasi Dua Media Online dan Dua Lawyer

“Kalau tidak tahu, tanya! Kalau tidak bisa, belajar! Ida Bethara Giri Toh Langkir ada dalam puja mantra, sedangkan Ida Bethara Dalem Ped memberikan penganugerahan kerahayuan jagat Bali. Jangan provokasi masyarakat. Komite I itu bidangnya hukum, jadi jangan kutak-katik yang lain,” ujarnya. (Koranjuri.com)

Komentar

News Feed