DENPASAR – Kompetisi Liga 1 2020 resmi ditunda dan akan bergulir pada bulan November tahun ini. Penundaan kompetisi lokal ini berdampak pada persiapan tim jelang laga yang seharusnya dijalankan awal Oktober ini.
Seolah tidak ingin lama bersedih, skuat Serdadu Tridatu langsung kembali menggelar latihan dengan sistem tertutup dan protokol kesehatan di Gelora Tri Sakti, Legian. Begitu juga dengan salah satu pemain asing mereka, Paulo Sergio yang duduk di pinggir lapangan dan tidak mengikuti program latihan fisik tim pelatih.
Ternyata, pemain asal Portugal tersebut tengah mengalami cedera tulang belakang yang memaksa dia untuk berada di pinggir lapangan. Cedera yang memakan waktu terapi pengobatan cukup lama ini ditanggapi langsung oleh Chief Executive Officer (CEO), Yabes Tanuri di Jakarta.
“Paulo sebenarnya sedang menjalani pengobatan terapi cedera tulang belakang. Beberapa sesi latihan terakhir ini, dia merasa tidak nyaman saat duduk atau pun berdiri saat latihan. Waktu terapi tersebut sekitar tiga sampai empat bulan pengobatan,” ujar Yabes Tanuri, kemarin.
“Tim tentu akan terus berusaha untuk membantu terapi Paulo dengan waktu pengobatan yang lebih cepat. Tim pelatih juga sudah mempersiapkan agar stabilitas tim ini tetap terjaga dengan normal,” tambah Yabes Tanuri.
Sementara bagi pemain senior asal kota Bandung, Dias Angga Putra penundaan jadwal pertandingan Liga 1 2020 sangat mengecewakannya.
“Kalau boleh jujur sebagai pemain yang berada di lapangan, saya merasa kecewa. Tim sudah mempersiapkan semuanya dengan baik melalui proses panjang dan kerja keras. Sangat disayangkan saat beberapa hari sebelum kompetisi dimulai, kabar penundaan tersebut baru diputuskan. Saya tetap menghargai dan mengikuti demi kesehatan semua orang,” ujar Dias Angga.
“Saya yakin dan percaya Liga dapat berjalan kembali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tim sudah dengan ikhtiar baik telah melalui proses persiapan yang matang. Semoga proses perijinan dan administrasi terkait penyelenggaraan kompetisi ini dapat berjalan lancar,” tambah Dias Angga.
Pemain yang juga baru dikaruniai tiga anak kembar ini memiliki harapan untuk sepak bola dan situasi di Indonesia. Ia pun berharap keadaan dapat kembali normal agar memudahkan dalam setiap kegiatan yang ingin dilaksanakan di masyarakat.
“Harapannya selain Liga dapat dilaksanakan dengan baik, situasi dan kondisi di Indonesia juga dapat berjalan normal. Semua orang juga dapat menjalani kehidupan dengan baik dan normal di dalam kehidupan bermasyarakat,” harap Dias Angga.red











Komentar